Antisipasi Banjir di Babatan Wiyung

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Saluran Pembuangan Waduk Unesa

JATIMPEDIA, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat pembangunan infrastruktur drainase di kawasan Babatan, Kecamatan Wiyung. Proyek tersebut menjadi salah satu upaya mengantisipasi genangan hingga banjir akibat limpasan air Waduk Unesa saat intensitas hujan meningkat.

Pembangunan saluran pembuangan dengan jaringan pipa sepanjang 492 meter itu ditargetkan selesai pada 11 November 2026. Nantinya, saluran tersebut akan menjadi jalur pengaliran air dari Waduk Unesa menuju Sungai Wiyung.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan pembangunan outlet tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan, terutama kejadian pada musim hujan tahun sebelumnya.

Saat itu, air Waduk Unesa sempat meluap hingga menggenangi badan jalan lantaran belum tersedia saluran pembuangan yang memadai. Karena itu, Pemkot Surabaya membangun jalur pembuangan ke arah selatan agar kelebihan debit air dapat dialirkan menuju Sungai Wiyung.

"Di tahun lalu memang pada waktu hujan air waduk itu meluber. Jadi kan tidak ada outlet rilisnya sehingga meluber ke jalan. Di tahun ini kita coba menganalisa untuk membuat salurannya, saluran outlet yang ke selatan, dibuang ke saluran Sungai Wiyung," ujar Adi di Surabaya, Jumat.

Dari total panjang jaringan yang direncanakan, sekitar 350 meter pipa telah berhasil dipasang. Saat ini, pekerjaan masih menyisakan beberapa bagian, di antaranya segmen sepanjang 42 meter yang menjadi titik krusial serta sekitar 100 meter menuju intake waduk.

Menurut Adi, penyelesaian bagian tersebut perlu dipercepat agar pekerjaan tidak semakin sulit apabila tertunda. Sebab, kondisi tanah yang telanjur mengeras setelah penimbunan berpotensi mengharuskan petugas melakukan penggalian ulang.

"Kalau tidak diselesaikan sekarang, otomatis nanti tanah akan mengeras dan kita harus menggali lagi dari awal. Itu mungkin membuat pekerjaan semakin sulit," jelasnya.

Untuk menyelesaikan bagian yang tersisa, tim memperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam dalam kondisi normal. Meski demikian, sejumlah langkah teknis telah disiapkan apabila proses penarikan pipa menemui hambatan, termasuk melakukan penggalian tambahan guna mengurangi tekanan tanah di atas jaringan pipa.

Di tengah pengerjaan tersebut, DSDABM juga menerapkan strategi percepatan secara bersamaan pada sejumlah titik pekerjaan. Pemasangan pipa diupayakan segera diselesaikan agar area yang telah digali bisa langsung ditimbun kembali dan kondisi jalan dapat dipulihkan.

Pengaturan lalu lintas turut menjadi perhatian selama proyek berlangsung. Petugas menerapkan sistem penutupan lajur secara bergantian sehingga akses jalan tidak sepenuhnya terputus dan kendaraan masih bisa melintas.

Namun, penyempitan jalur tidak dapat dihindari karena adanya aktivitas penggalian dan kondisi tanah di sekitar lokasi yang berpotensi mengalami pergerakan. Situasi tersebut perlu diantisipasi untuk mencegah risiko jalan ambles sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Akibatnya, kendaraan yang melintas di sekitar lokasi proyek berpotensi mengalami perlambatan hingga antrean, terutama ketika aktivitas pengerjaan sedang berlangsung.

Adi pun mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan selama proses pembangunan berlangsung. Pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan mendesak di kawasan tersebut disarankan memanfaatkan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

Pemkot Surabaya berharap penyelesaian proyek sesuai target dapat memperbaiki sistem pembuangan air Waduk Unesa. Dengan berfungsinya saluran outlet tersebut, risiko limpasan air ke badan jalan di kawasan Babatan, Wiyung, diharapkan dapat ditekan saat musim hujan tiba.

Editor : Arif

Berita Terbaru