Bandara Dhoho Disiapkan Jadi Pintu Keberangkatan Haji Mataraman, Kemenhaj Kediri Matangkan Persiapan

JATIMPEDIA, Kediri - Pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri sebagai pintu keberangkatan jamaah haji dari wilayah Mataraman terus dipersiapkan. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri mulai mematangkan berbagai kebutuhan pelayanan, mulai dari kelengkapan dokumen perjalanan, pemeriksaan kesehatan calon jamaah, hingga kesiapan teknis operasional penerbangan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, mengatakan persiapan di tingkat daerah saat ini difokuskan pada penyelesaian proses bio visa dan penerbitan paspor calon jamaah haji. Kedua dokumen tersebut menjadi persyaratan utama yang harus dipenuhi sebelum jamaah memasuki tahapan pemberangkatan.

Menurut Abdul Kholiq, kepastian penyelesaian paspor menjadi salah satu tahapan penting dalam keseluruhan proses persiapan haji. Jika dokumen perjalanan tersebut sudah rampung, sebagian besar kebutuhan administrasi pemberangkatan dinilai dapat segera dituntaskan.

“Saat ini kita dalam persiapan proses penyelesaian bio visa yang dilakukan di masing-masing kantor kementerian di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kediri untuk memastikan paspornya selesai. Jika paspor ini sudah selesai, maka 75 persen proses pemberangkatan haji ini bisa diselesaikan,” ujar Abdul Kholiq, Kamis (29/10/2026).

Setelah urusan paspor dan visa selesai, tahapan selanjutnya meliputi pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, penyusunan manifes penerbangan, serta pelaksanaan bimbingan manasik. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan jamaah sebelum bertolak ke Arab Saudi.

Selain kelengkapan administrasi, kondisi kesehatan calon jamaah juga menjadi perhatian utama. Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan agar pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak dini sehingga calon jamaah yang memiliki masalah kesehatan masih mempunyai kesempatan untuk menjalani penanganan dan pemulihan.

Abdul Kholiq menjelaskan, pemeriksaan kesehatan berkaitan dengan pemenuhan kriteria istithaah, yakni kemampuan fisik dan kesehatan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji. Dengan demikian, kesiapan kesehatan tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika jadwal keberangkatan sudah semakin dekat.

“Sejak awal pada saat pemeriksaan pertama, kita sudah menyampaikan kepada jamaah untuk segera dilakukan pemeriksaan apabila ada hal-hal yang barangkali perlu untuk diperbaiki kesehatannya selagi masih ada waktu. Harapannya jamaah yang berangkat itu istithaah dan kondisi fisiknya betul-betul fit,” jelasnya.

Di sisi lain, rencana menjadikan Bandara Dhoho sebagai titik keberangkatan jamaah haji kawasan Mataraman masih terus dikoordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umrah pusat serta sejumlah instansi terkait di tingkat wilayah.

Rencana pelayanan tersebut tidak hanya menyasar jamaah asal Kabupaten Kediri, tetapi juga berpotensi melayani calon jamaah dari sejumlah daerah lain, termasuk Madiun dan wilayah sekitarnya.

Untuk mendukung operasional pemberangkatan, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri masih menunggu penugasan personel serta kepastian penyediaan fasilitas akomodasi pendukung. Ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas tersebut diperlukan agar proses pelayanan, pengaturan, hingga mobilisasi jamaah di Bandara Dhoho dapat berjalan lancar.

Adapun untuk layanan penerbangan, skema yang tengah dipersiapkan mengacu pada pola embarkasi Jawa Timur dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines. Namun, mekanisme penerbangan, baik secara langsung menuju Arab Saudi maupun melalui jalur transit, masih menunggu keputusan final dari panitia penyelenggara di Jakarta.

“Untuk penerbangan pakai Saudi, sesuai dengan Jawa Timur kan semuanya pakai Saudi. Apakah nanti penerbangannya transit atau langsung, kita masih menunggu keputusan akhir yang disampaikan oleh panitia dari Jakarta. Kita berdoa mudah-mudahan yang terbaik untuk semua jamaah haji yang ada di Kediri dan sekitarnya,” ucap Abdul Kholiq.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri sebagai pintu keberangkatan haji wilayah Mataraman diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi jamaah dari Kediri dan daerah sekitarnya.

Meski demikian, realisasi pelayanan masih bergantung pada penyelesaian administrasi, kesiapan kesehatan jamaah, pemenuhan fasilitas pendukung, serta keputusan pemerintah pusat mengenai teknis penerbangan. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri pun terus mempersiapkan kebutuhan di tingkat daerah sembari menunggu kepastian kebijakan lebih lanjut.

Editor : Rofiq

Berita Terbaru