Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar-BPD, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JATIMPEDIA, Surabaya  - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat kolaborasi dengan bank pembangunan daerah (BPD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor regional. Kerja sama ini menjadi strategi untuk memperkuat bisnis perbankan daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Sebagai salah satu pelaku industri perbankan, Bank Jatim berkontribusi terhadap perekonomian melalui fungsi intermediasi, baik dalam penyaluran kredit ke berbagai segmen, khususnya sektor produktif, maupun penghimpunan dana masyarakat. Bank Jatim juga menyediakan layanan keuangan untuk mempermudah transaksi serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui pembayaran dividen.

Penguatan kolaborasi dilakukan terutama dengan BPD yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Melalui kerja sama tersebut, masing-masing bank diharapkan dapat memperkuat eksistensi bisnis, mengembangkan peluang usaha, serta menciptakan nilai tambah agar seluruh anggota KUB dapat tumbuh bersama.

Salah satu implementasi kerja sama tersebut adalah penyediaan layanan digital pembayaran oleh Bank Jatim untuk Bank Banten melalui Jconnect PartnerPay.

Layanan ini memungkinkan nasabah Bank Banten melakukan transaksi secara real time, cepat, dan aman melalui fasilitas Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Virtual Account.

Mengusung motto Satu Platform, Untuk Semua Pembayaran, layanan tersebut mendukung Bank Banten dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus mempermudah transaksi masyarakat di Provinsi Banten.

Sejumlah instansi dan nasabah korporasi Bank Banten telah memanfaatkan layanan ini, di antaranya RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Labuan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan tersebut mencatat sekitar 21.095 transaksi.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan kolaborasi menjadi salah satu strategi penting bagi industri keuangan untuk menghadapi dinamika ekonomi sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis.

“Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dari regional untuk kekuatan nasional,” ujarnya.

Di sisi kinerja, Bank Jatim juga mencatatkan pertumbuhan positif hingga September 2026. Secara konsolidasi, total aset mencapai Rp163,37 triliun atau tumbuh 30,59 persen.

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp110,82 triliun, meningkat 38,09 persen. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 25,87 persen menjadi Rp125,02 triliun. Pendapatan bunga bersih meningkat 39,19 persen, sedangkan laba bersih pada triwulan III 2026 mencapai Rp1,86 triliun atau tumbuh 61,89 persen.

Untuk kinerja secara bank only, total aset Bank Jatim tercatat sebesar Rp102,61 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,54 triliun, sedangkan DPK sebesar Rp76,37 triliun.

Pada periode yang sama, pendapatan bunga bersih secara bank only mencapai Rp4,44 triliun dengan laba bersih sebesar Rp1,06 triliun.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi Bank Jatim untuk terus memperkuat bisnis dan memperluas kolaborasi dengan BPD lain. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berharap dapat meningkatkan daya saing perbankan daerah sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Editor : Arif

Berita Terbaru