BPBD Probolinggo Salurkan 24 Ribu Liter ke Tiga Dusun

JATIMPEDIA, Probolinggo - Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan 24 ribu liter air bersih kepada warga di tiga dusun.

Bantuan tersebut diberikan setelah warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber mata air yang mengalami krisis. Kondisi itu diperparah dengan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang masih mati selama beberapa hari.

Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan dua unit truk tangki. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas 6.000 liter.

Penyaluran pertama dilakukan di Dusun Koncean RT 07/08 RW 03, Desa Jurangjero, Kecamatan Gading. Sebanyak 12.000 liter air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak krisis air.

Selanjutnya, BPBD mendistribusikan 6.000 liter air bersih ke Dusun Tanggulasih RT 02 RW 01, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 27 kepala keluarga atau sebanyak 81 jiwa.

Distribusi berikutnya menyasar Dusun Paoan RT 01 RW 01, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 112 kepala keluarga atau 336 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekurangan air.

“Bantuan air bersih ini kami salurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang sumber airnya mengalami krisis dan layanan PDAM masih mati,” ujar Oemar.

Menurut Oemar, BPBD akan terus memantau kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Penyaluran bantuan akan dilakukan secara menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi di lapangan.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak terkait agar kebutuhan dasar warga dapat segera ditangani.

Editor : Rofiq

Berita Terbaru