JATIMPEDIA, Gresik -Melimpahnya tanaman dan bunga di sekitar Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menginspirasi Lilik Kusmiyatin bersama sejumlah rekannya untuk mengembangkan usaha aromatherapy berbasis potensi alam setempat.
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi UMKM Sukga yang memproduksi berbagai produk aromatherapy dengan memanfaatkan bahan alam yang tersedia di lingkungan desa.
Dalam proses pengembangannya, Sukga mendapat pendampingan dari Searah, perusahaan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), sejak usaha tersebut mulai dirintis pada 2023.
Lilik mengatakan ide membuat produk aromatherapy berawal dari keinginannya memanfaatkan berbagai tanaman dan bunga yang selama ini banyak dijumpai di sekitar Desa Sukomulyo.
Bunga sedap malam, melati, serta sejumlah tanaman lainnya dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Potensi alam yang ada di sekitar desa ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. Dari situ kami mulai belajar bagaimana bunga dan tanaman yang ada bisa dimanfaatkan menjadi aromatherapy,” ujar Lilik.
Gagasan tersebut kemudian disampaikan Lilik bersama rekan-rekannya kepada Searah Limited. Perusahaan tersebut merespons dengan memberikan dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka dalam mengolah bahan alam menjadi produk aromatherapy.
Lilik dan sejumlah rekannya selanjutnya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan pembinaan di Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Melalui pelatihan tersebut, mereka mempelajari pengolahan tanaman aromatik, termasuk teknik ekstraksi serta pengembangan bahan alam menjadi produk wewangian.
Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan menjadi modal bagi Lilik dan tim untuk mulai mengembangkan produk Sukga dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar Desa Sukomulyo.
Bahan-bahan seperti bunga sedap malam dan melati kemudian diolah melalui proses ekstraksi untuk menghasilkan aroma khas yang menjadi bagian dari produk Sukga.
Setelah mampu menghasilkan produk, Lilik bersama tim mulai memperkenalkan dan memasarkan aromatherapy Sukga di Kecamatan Manyar dan wilayah sekitarnya. Produk tersebut juga dititipkan di sejumlah lembaga dan area bisnis.
Menurut Lilik, proses membangun Sukga tidak hanya memberikan pengalaman dalam mengembangkan produk, tetapi juga membuka peluang usaha baru dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Yang kami dapat bukan hanya bantuan, tetapi juga ilmu dan kesempatan untuk belajar. Kami kemudian mencoba menerapkan ilmu itu untuk mengembangkan produk Sukga,” katanya.
Pendampingan yang diberikan Searah dilakukan secara bertahap, mulai dari pengembangan gagasan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan hingga membantu memperkenalkan produk UMKM tersebut.
Produk aromatherapy Sukga kemudian mendapat kesempatan tampil dalam Lokakarya Media yang digelar SKK Migas Jabanusa di Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Sukga menjadi salah satu produk UMKM binaan KKKS Jabanusa yang dipamerkan kepada peserta lokakarya dan pengunjung hotel tempat kegiatan berlangsung.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu sarana bagi Lilik dan tim untuk memperkenalkan produk berbasis potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Bagi Lilik, perjalanan Sukga menunjukkan bahwa potensi alam yang ada di desa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui kreativitas, peningkatan keterampilan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dari gagasan yang dirintis pada 2023, Sukga kini menjadi salah satu usaha yang memanfaatkan kekayaan alam Desa Sukomulyo sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.
Editor : Arif