JATIMPEDIA, Malang – Sepeda motor listrik kini menjadi salah satu pilihan kendaraan untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk di wilayah Malang dan sekitarnya.
Kehadiran teknologi elektrifikasi memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan sepeda motor konvensional, sehingga pengendara perlu memahami karakter kendaraan dan melakukan adaptasi agar tetap aman dan nyaman saat berkendara.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam aktivitas riding menggunakan Honda CUV e: di Malang. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan langsung karakter sepeda motor listrik sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai cara berkendara yang aman dengan kendaraan listrik di berbagai kondisi jalan.
Hari Setiawan, Instruktur Safety Riding Honda PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa perpindahan dari sepeda motor konvensional ke motor listrik membutuhkan proses adaptasi, terutama dalam memahami respons kendaraan.
"Motor listrik memiliki karakter berkendara yang berbeda dengan motor konvensional. Karena itu, pengendara perlu memberikan waktu untuk beradaptasi, mengenali respons akselerasi dan pengereman, serta memahami karakter kendaraan sebelum menggunakannya dalam berbagai kondisi jalan. Dengan mengenali karakter kendaraan, pengendara dapat lebih percaya diri dan tetap #Cari_Aman," kata Hari.
Menurut Hari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mulai menggunakan sepeda motor listrik. Pengendara perlu mengenali respons akselerasi dan membiasakan diri dengan karakter putaran gas agar tidak membuka gas secara berlebihan, terutama saat baru mulai berkendara. Pengendara juga perlu memahami riding mode yang tersedia dan memilih mode sesuai kondisi perjalanan serta tingkat pengalaman berkendara.
Selain itu, karakter pengereman juga perlu dipahami. Lakukan pengereman secara bertahap dan tetap antisipatif terhadap kondisi di depan, terutama ketika melintasi jalan ramai, persimpangan, maupun jalan menurun.
Sebelum melakukan perjalanan, pengendara juga perlu memastikan kondisi baterai mencukupi sesuai dengan rute yang akan ditempuh. Perencanaan perjalanan menjadi penting agar pengendara dapat mengetahui kebutuhan pengisian atau penukaran baterai apabila diperlukan.
Meski memiliki karakter berbeda, prinsip keselamatan berkendara tetap sama. Pengendara perlu menjaga jarak aman, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, menghindari manuver mendadak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Karakter motor listrik yang lebih senyap juga membuat pengendara perlu lebih aktif memastikan keberadaannya mudah diketahui pengguna jalan lain dengan menggunakan lampu dan memberikan isyarat saat akan berpindah arah.
Suhari, Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, mengatakan bahwa perkembangan teknologi sepeda motor juga perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara berkendara yang aman.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal teknologi sepeda motor listrik, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya dengan aman. Melalui pengalaman riding, pengendara dapat secara langsung mengenali karakter kendaraan sekaligus membangun kebiasaan berkendara yang tepat. Teknologi akan memberikan manfaat yang optimal ketika digunakan dengan pengetahuan dan perilaku berkendara yang baik," ujar Suhari.
Bagi masyarakat Malang dan sekitarnya yang mulai mengenal maupun beralih menggunakan sepeda motor listrik, memahami karakter kendaraan menjadi bagian penting sebelum berkendara. Dengan melakukan adaptasi secara bertahap, mempersiapkan perjalanan, dan tetap menerapkan prinsip #Cari_Aman, penggunaan sepeda motor listrik dapat menjadi pengalaman mobilitas yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Editor : Taufiq