JATIMPEDIA, Jakarta - Siloam International Hospitals menginvestasikan hampir Rp1 triliun untuk teknologi bedah robotic. Teknologi ini diharapkan dapat menghadirkan layanan kesehatan yang semakin aman, presisi, dan berkualitas, demi memperkuat kapabilitas sistem kesehatan Nasional.
“Selama lima tahun ini kami menginvestasikan hampir Rp1 triliun untuk bedah robotic,” ungkap Presiden Director Siloam International Hospitals, David Utama, di sela Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta.
Seperti diketahui, layanan bedah robotic di Indonesia saat ini semakin diminati masyarakat Indonesia karena berbagai keunggulannya dibandingkan bedah konvensional. Hal ini didukung semakin banyaknya rumah sakit yang menggunakan teknologi bedah robotic. Salah satunya Siloam Hospitals.
“Siloam International Hospitals terus memperkuat kapabilitas klinis dan telah memelopori layanan bedah robotik selama setahun terakhir di berbagai disiplin, termasuk ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi. Dengan tujuh sistem robotik yang beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar, Siloam telah membangun salah satu ekosistem bedah robotik paling komprehensif di Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan bedah berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri,” papar David.
“Melalui pendekatan ini, setiap inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata berupa tindakan yang lebih presisi, lebih aman, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil klinis yang lebih baik,” tambah David.
David memaparkan, dalam satu tahun terakhir, Siloam tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien.
“Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa transformasi layanan kesehatan terjadi ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik,” ujar David.
Komitmen ini diapresiasi Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr Yanti Herman, SH, MH.Kes.
”Penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin aman, presisi, dan berkualitas. Inovasi bedah robotik tidak hanya mendorong kemajuan praktik bedah modern, tetapi juga memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional agar masyarakat dapat mengakses layanan berstandar global lebih dekat dengan rumah,” kata dr Yanti.
Perkembangan adopsi teknologi robotic di Indonesia sejalan dengan semakin kuatnya bukti ilmiah mengenai manfaat bedah robotik. Studi menunjukkan bahwa teknologi ini memungkinkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pendekatan konvensional. Dengan tingkat presisi yang semakin tinggi, bedah robotik juga membantu dokter menangani kasus-kasus kompleks dengan akurasi yang lebih baik sehingga mendukung pemulihan pasien dan peningkatan kualitas hidup.
“Pada penggunaan sistem bedah robotik Da Vinci Xi, penelitian menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44% lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari hingga 46% lebih rendah. Dibandingkan laparoskopi konvensional, Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56�n komplikasi pascaoperasi sebesar 10%,” kata Chief Medical Officer, Siloam International Hospitals, dr Grace Frelita, MM.
Excutive Director Siloam Hospitals Kebun Jeruk Inge Samadi mengungkapkan, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bedah robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk dikembangkan sebagai Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery, pusat unggulan untuk layanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan bedah robotik lintas disiplin.
“Didukung oleh 10 dokter bedah robotik tersertifikasi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025, mencakup berbagai prosedur di bidang ortopedi, urologi, bedah digestif, dan spesialisasi lainnya,” ujar Inge.
Penguatan ekosistem dan kapabilitas klinis tersebut telah menghasilkan berbagai capaian yang terukur dalam praktik robotik di Siloam. dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer, Siloam International Hospitals menjelaskan, “Berdasarkan evaluasi klinis internal Siloam, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien. Melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry yang membandingkan operasi lutut robotik dan konvensional dari empat rumah sakit Siloam, kami menemukan tingkat keamanan yang setara, dengan 0% readmisi 30 hari dan 0% infeksi pada kedua kelompok. Namun, pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional," papar dr Grace.
Sementara dari sisi presisi, kata dr Grace, hampir seluruh prosedur robotic yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi. "Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa teknologi robotik mendukung tingkat presisi yang tinggi dalam operasi penggantian sendi lutut,” tambah dr Grace.
Hasil evaluasi klinis tersebut juga tercermin dalam pengalaman pasien yang menjalani prosedur bedah robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Sutinah Irsan, pasien Total Knee Replacement (TKR) dengan teknologi ROSA® Knee Robotic Surgery, mengungkapkan pengalamannya setelah menjalani prosedur tersebut. “Pemulihannya lebih cepat dan tidak ada rasa sakit. Saya percaya Siloam Hospitals Kebon Jeruk karena sudah berstandard global,” ujar Sutinah.
Karena itu, melalui Siloam Robotic Summit 2026, Siloam, kata dr Grace, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapabilitas klinis sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia melalui kolaborasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi klinis. Dengan mempertemukan para ahli dari berbagai disiplin dan negara, Siloam mendorong transfer pengetahuan serta adopsi praktik bedah presisi guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berstandar global, sehingga manfaat teknologi ini dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia.
"Kemajuan bedah robotik bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi hasil klinis yang lebih baik, pemulihan yang lebih optimal, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Melalui kolaborasi dan pembelajaran yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan bedah berstandar global dan memperoleh manfaat dari inovasi ini di dalam negeri," tutup dr Grace.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17527-rs-siloam-anggarkan-rp1-triliun-untuk-bedah-robotik-