Pemkab Probolinggo Pelopori Ekosistem Kendaraan Listrik di Jatim

JATIMPEDIA, Probolinggo -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjadi pelopor ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur (Jatim) dengan memulai pembangunan penyediaan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian sewa Barang Milik Daerah (BMD) antara Pemkab Probolinggo dengan PT Rekadaya Indotama terkait pemanfaatan aset milik daerah sebagai lokasi pembangunan SPKLU di ruang kerja Bupati Probolinggo pada Selasa.

"Pemkab Probolinggo terus mengambil langkah progresif dalam mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan transportasi ramah lingkungan," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris.

Ia mengatakan kerja sama itu merupakan bagian dari upaya Pemkab Probolinggo dalam mempersiapkan daerah menghadapi perkembangan kendaraan listrik yang terus meningkat, sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Kami ingin Kabupaten Probolinggo tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi daerah yang siap menghadapi transformasi energi," tuturnya.

Menurutnya, kehadiran SPKLU nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan pengguna kendaraan listrik, sekaligus menjadi wujud komitmen pemda dalam mendukung pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan.

"Pembangunan SPKLU akan menyasar berbagai kawasan strategis, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

Selain berada di pusat pelayanan publik dan pusat aktivitas ekonomi, fasilitas tersebut juga akan tersedia di kawasan wisata unggulan Kabupaten Probolinggo, termasuk Jembatan Kaca Seruni Point dan Rest Area Sukapura sebagai gerbang utama menuju kawasan wisata Bromo.

"Kami ingin wisatawan yang datang ke Kabupaten Probolinggo merasa nyaman, karena infrastruktur pendukung kendaraan listrik telah tersedia. Itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani menjelaskan kerja sama tersebut merupakan implementasi Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah melalui skema pemanfaatan aset daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil mencatat progres yang baik. Kerja sama itu tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilai sewa yang diterima pemerintah daerah mencapai sekitar Rp431 juta untuk jangka waktu lima tahun,” katanya.

Ia menjelaskan pembangunan SPKLU akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal fasilitas tersebut akan dibangun di 21 titik yang tersebar pada lokasi-lokasi strategis, mulai dari pasar, kantor pemerintahan, pusat pelayanan publik, rumah sakit, kawasan wisata hingga rest area.

Pembangunan SPKLU antara lain berada di Mal Pelayanan Publik (MPP), Balai Diklat BKPSDM, Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Kantor Kecamatan Dringu, Leces, Lumbang dan Tongas, RSUD Tongas, Jembatan Kaca Seruni Point, Rest Area Sukapura, Pantai Bahak serta sejumlah pasar seperti Pasar Bantaran, Pasar Leces, Pasar Bayeman dan Pasar Patalan.

"Pengembangan selanjutnya akan diperluas hingga menjangkau 131 titik di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo," ujarnya.

Direktur PT Rekadaya Indotama, Yudha Bhakti Kritianto mengapresiasi langkah Pemkab Probolinggo yang menjadi pemerintah daerah pertama di Jatim dalam memulai pembangunan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan jaringan SPKLU.

"Kabupaten Probolinggo menjadi pemerintah daerah pertama di Jatim yang memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Harapan kami, ekosistem itu akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia,” katanya.

Pihaknya bersama VinFast menargetkan pembangunan sekitar 150 ribu titik pengisian daya kendaraan listrik di seluruh Indonesia.

"Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik, sekaligus mendorong terciptanya transportasi yang lebih bersih, efisien dan berkelanjutan," ujarnya.

Berita Terbaru