JATIMPEDIA, Surabaya - Perum Bulog menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada 30 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dari sembilan organisasi keagamaan di Surabaya sebagai mitra Rumah Pangan Kita (RPK).
Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp5,3 juta dalam bentuk bahan baku sembako, identitas RPK Bulog, serta perlengkapan usaha untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperluas jaringan distribusi pangan di Jawa Timur.
"Diharapkan bantuan ini benar-benar tepat sasaran, menjangkau usaha mikro agar mampu memperkuat ekonomi berbasis komunitas," ujar Rahmanto saat penyerahan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di kantor Bulog Jatim.
Ia mengatakan prinsip dari TJSL Bulog dirancang untuk memberikan manfaat dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memperluas jaringan distribusi yang berkelanjutan.
"Akan tercipta pusat distribusi pangan yang dekat dengan masyarakat, memberikan akses bagi masyarakat untuk membeli bahan pangan dengan harga kompetitif dan memberikan peluang yang kompetitif pula dengan begitu bisa untuk menstabilkan harga bahan pokok," katanya.
Rahmanto menegaskan, keberhasilan ini butuh komitmen. Karenanya Bulog bukan hanya memberikan bantuan, tapi juga memberikan pembinaan dan bekal ilmu kewirausahaan bagi penerima TJSL ini.
"Kami memastikan mereka bisa berkembang menjadi usaha mandiri," katanya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho menambahkan saat ini ada 4.600 RPK yang aktif di seluruh Jawa Timur. Dari jumlah itu, tidak semuanya dari program TJSL. Ada yang karena inisiatif pribadi.
Ke depan, pihak Bulog akan mengajak komunitas-komunitas untuk bisa menjadi RPK.
"Semua komunitas akan kami gandeng, termasuk ibu PKK," ujarnya.
Kepala dinas koperasi dan UKM Provinsi Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan sebagai gerbang baru Nusantara, Jawa Timur memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian nasional.
"Provinsi ini melayani 19 dari total 39 rute Tol Laut Indonesia, didukung oleh infrastruktur dan sistem logistik yang memadai, serta mencatatkan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di Indonesia," katanya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, tetapi merupakan manifestasi nyata hubungan yang saling menguatkan antara korporasi negara dan masyarakat.
"Melalui sinergisitas tersebut, diharapkan bantuan yang disalurkan mampu menjadi stimulator ekonomi yang mendorong kemandirian masyarakat, sehingga pelaku UMKM tidak hanya menjadi konsumen atau produsen pasif, tetapi tumbuh sebagai aktor ekonomi lokal yang tangguh," katanya.
Editor : Eka Sapto