JIIPE Siapkan TPST untuk Wujudkan Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

JATIMPEDIA, Gresik  - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Salah satu upaya yang kini disiapkan adalah pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai sistem pengelolaan sampah modern di dalam kawasan industri.

Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, mengatakan JIIPE telah mengoperasikan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Seiring meningkatnya aktivitas industri dan bertambahnya tenant, fasilitas tersebut akan ditingkatkan menjadi TPST.

"Sejalan dengan komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, JIIPE telah mengoperasikan fasilitas TPS3R di dalam kawasan. Saat ini kami juga tengah memasuki tahap perencanaan desain untuk pengembangan dan peningkatan fasilitas tersebut menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)," ujar Bambang.

Menurutnya, pembangunan TPST merupakan bagian dari roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) JIIPE. Kehadiran fasilitas tersebut akan memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, meningkatkan efisiensi pengolahan limbah kawasan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir milik pemerintah daerah.

"Kami menyambut baik arahan Pemerintah Kabupaten Gresik dan akan terus memperkuat kolaborasi dalam membangun kawasan industri yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan," katanya.

Komitmen JIIPE tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Menurutnya, sebagai kawasan industri berskala internasional, JIIPE perlu menjadi pelopor dalam penerapan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

"KEK JIIPE sebagai pusat industri global yang strategis tidak hanya harus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pelopor pengelolaan lingkungan yang hijau. Karena itu, kami berharap kawasan ini segera memiliki TPST atau TPA mandiri," ujar Gus Yani saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Ia menilai keberadaan TPST akan membantu mengurangi volume sampah dari sumbernya sekaligus meringankan beban TPA Ngipik yang kapasitasnya semakin terbatas.

Bagi JIIPE, pengembangan TPST menjadi bagian dari visi membangun kawasan industri modern yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Melalui penguatan infrastruktur pengelolaan sampah dan penerapan prinsip ESG, kawasan industri ini menargetkan terciptanya sistem pengelolaan limbah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung daya saing industri sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Kabupaten Gresik.

Berita Terbaru