CLEO Bagikan Dividen Rp60 Miliar, Tetap Agresif Ekspansi untuk Kejar Pertumbuhan 2026

JATIMPEDIA, Surabaya - Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp60 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (22/6).

Di saat yang sama, perseroan tetap melanjutkan langkah ekspansi dengan memperluas kapasitas produksi, memperkuat jaringan distribusi, serta menghadirkan inovasi produk untuk mendukung pertumbuhan usaha pada 2026.

CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan pembagian dividen merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis ke depan.

“Perseroan tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada pemegang saham melalui pembagian dividen,” ujar Melisa di Surabaya.

Menurutnya, berbagai langkah ekspansi yang sedang dijalankan akan semakin memperkuat posisi CLEO di industri AMDK nasional dan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hingga Maret 2026, CLEO didukung oleh 430 jaringan distribusi dan sekitar 11.000 mitra distribusi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jaringan tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam meningkatkan penetrasi pasar dan memperluas jangkauan konsumen.

Selain memperbesar kapasitas bisnis, perusahaan juga terus mendorong inovasi produk guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing perseroan di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat.

Meski ekspansi menyebabkan kenaikan biaya operasional dalam jangka pendek, CLEO tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis. Keyakinan tersebut mulai terlihat dari kinerja pada kuartal pertama 2026.

Sepanjang Januari-Maret 2026, CLEO membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar, meningkat 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp123 miliar, atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh operasional yang solid, peningkatan efisiensi, serta kontribusi positif dari seluruh lini usaha. Perseroan menilai investasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil terhadap peningkatan kinerja dan profitabilitas.

Dengan dukungan jaringan distribusi yang luas, strategi ekspansi yang berkelanjutan, dan inovasi produk yang terus diperkuat, CLEO menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit sepanjang 2026. Perseroan optimistis berbagai inisiatif yang telah dijalankan akan semakin mendorong pertumbuhan penjualan dan laba pada tahun ini.

Berita Terbaru