JATIMPEDIA, Jember - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan finansial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari Jawa Timur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi literasi keuangan dan penyediaan layanan remitansi yang aman, cepat, serta efisien melalui JConnect Remittance.
Komitmen tersebut terlihat dari partisipasi aktif Bank Jatim dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Alun-Alun Jember. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon pekerja migran dan masyarakat umum.
Kehadiran Bank Jatim dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong pemberdayaan PMI melalui peningkatan literasi keuangan dan optimalisasi pemanfaatan remitansi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa peran aktif perseroan dalam Gerakan Nasional Migran Aman merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan inklusi keuangan bagi PMI dan keluarganya.
“Pekerja Migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan ke Indonesia. Karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan agar dana remitansi tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal produktif yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sebagai bank devisa, Bank Jatim juga menyediakan layanan JConnect Remittance untuk memudahkan transaksi pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia. Layanan inbound remittance tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah Money Transfer Operator (MTO), di antaranya Merchantrade Asia di Malaysia dan Chandra Remittance di Hong Kong.
Melalui kerja sama tersebut, PMI dapat memanfaatkan jaringan layanan MTO yang tersebar di kedua negara untuk melakukan pengiriman dana ke tanah air secara lebih mudah dan aman. Ke depan, Bank Jatim berencana memperluas kemitraan dengan MTO di berbagai negara tujuan PMI lainnya seperti Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI/BP2MI dan Bank Jatim mengenai Sinergi Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga melalui Penguatan Literasi Keuangan serta Pemanfaatan Remitansi.
Kerja sama tersebut mencakup penyebarluasan edukasi keuangan dan pemanfaatan remitansi melalui berbagai media, penyediaan akses layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan PMI dan keluarga, serta pelaksanaan program literasi keuangan baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut Winardi, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan pemahaman keuangan, pengelolaan remitansi yang produktif, perluasan akses layanan perbankan, hingga penguatan kapasitas ekonomi PMI beserta keluarganya.
“Bank Jatim meyakini bahwa literasi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Dengan pengelolaan remitansi yang tepat, PMI dan keluarganya dapat merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik, mengembangkan usaha produktif, dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” kata Winardi.
Ia menambahkan, Bank Jatim akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja migran. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa asing bagi generasi muda yang berminat bekerja di luar negeri.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan jumlah pekerja migran yang berangkat secara legal dan aman dari Kabupaten Jember. Ke depan, target kami adalah meningkatkan angka penempatan prosedural yang aman dan terlindungi hingga mencapai 100 persen,” ujarnya.
Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, pemerintah berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjadi pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi semakin meningkat. Program ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor perbankan dalam menekan keberangkatan nonprosedural serta memperluas perlindungan dan pemberdayaan bagi PMI di seluruh Indonesia.
Editor : Arif