PT Indo Oil Perkasa Tbk Targetkan Pertumbuhan 10 Persen, Fokus Ekspansi Produksi dan Pasar Ekspor

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Indo Oil Perkasa Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Crude Coconut Oil (CNO) dan produk turunannya, menyiapkan strategi ekspansi kapasitas produksi serta penguatan pasar ekspor guna mendorong pertumbuhan bisnis pada 2026.

Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk Johan Widakso Liem mengatakan perseroan akan memperluas kapasitas produksi pabrik Indosena, yang merupakan hasil kemitraan strategis dengan Sena Mills Refineries asal Sri Lanka.

“Pada awal mendesain infrastruktur Indosena, kami menargetkan kapasitas produksi sebesar 60 ton per hari. Saat ini kapasitas yang terealisasi baru mencapai 25 ton per hari, sehingga infrastruktur yang telah dipersiapkan sejak awal akan memudahkan proses ekspansi,” ujar Johan dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, perseroan juga memperkuat strategi hilirisasi melalui pengembangan riset, inovasi produk, serta pembangunan fasilitas pengolahan yang terintegrasi.

Di sisi ekspansi pasar, Indo Oil Perkasa menargetkan penetrasi ke pasar Sri Lanka melalui ekspor produk tepung kelapa atau desiccated coconut flour. Menurut Johan, Sri Lanka memiliki potensi pasar yang besar dan dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan di kawasan regional.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Indo Oil Perkasa Tbk Albert Widakdo Sutanto menyampaikan optimisme terhadap kinerja perseroan sepanjang 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan omzet bersih mencapai Rp8,5 miliar.

“Kami memproyeksikan peningkatan sekitar 10 persen dari tahun lalu, dengan target omzet bersih mencapai Rp8,5 miliar,” kata Albert.

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja positif pada kuartal I 2026. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, penjualan perseroan meningkat menjadi Rp299,9 miliar dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp201,8 miliar.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba bersih perusahaan hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp3,18 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan laba bersih pada Desember 2025 yang sebesar Rp405,7 juta.

Dengan strategi ekspansi kapasitas, penguatan hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor, Indo Oil Perkasa optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan kinerja dan memperkuat posisinya di industri pengolahan kelapa.

 

Berita Terbaru