Perkuat Rantai Pasok Energi, Humpuss Tambah Armada Kapal

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menetapkan tahun 2025 sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang melalui berbagai investasi produktif. Perseroan memfokuskan langkah ekspansi pada pengembangan aset, penambahan armada pendukung sektor energi, serta perluasan portofolio usaha guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Utama HUMI, Ari Askhara, mengatakan bahwa 2025 merupakan fase penting dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing perusahaan di industri maritim dan energi. Menurutnya, investasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan memperbesar skala bisnis, tetapi juga membangun struktur usaha yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Berbagai investasi yang kami jalankan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi bisnis HUMI dalam jangka panjang sekaligus mendukung peran perusahaan dalam ekosistem energi nasional,” ujar Ari di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sepanjang tahun 2025, HUMI melalui sejumlah entitas anak usaha menambah armada kapal pengangkut LNG dan tanker LPG. Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi perusahaan dalam rantai logistik energi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi di Indonesia.

Investasi armada juga berkontribusi terhadap peningkatan aset perusahaan dan diharapkan mampu menghasilkan pendapatan berulang dalam jangka panjang. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing HUMI di sektor transportasi energi.

Di sisi lain, HUMI melanjutkan agenda diversifikasi bisnis melalui akuisisi PT Solusi Prisma Metana (SPM) oleh PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Akuisisi tersebut memperluas cakupan bisnis perusahaan dari sektor logistik energi hingga ke segmen hilir.

SPM dikenal sebagai salah satu pelopor LNG retail di Indonesia yang menyediakan solusi energi yang lebih ramah lingkungan bagi pelanggan industri dan komersial. Perusahaan ini menawarkan layanan distribusi LNG menggunakan kemasan Dewar berkapasitas 175 liter, serta menyediakan layanan terintegrasi mulai dari pengadaan LNG, distribusi, instalasi fasilitas gas, hingga dukungan teknis operasional.

Meski berada dalam fase ekspansi, HUMI tetap membukukan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025. Perseroan mencatat pendapatan sebesar USD 128,15 juta, meningkat tipis 0,37 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai USD 127,68 juta.

Kenaikan pendapatan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja operasional dan tingkat utilisasi aset di tengah dinamika industri maritim dan energi global. Namun, seiring meningkatnya aktivitas investasi, perusahaan juga menghadapi kenaikan beban pendanaan serta belum optimalnya kontribusi sejumlah aset dan lini bisnis baru yang masih dalam tahap pengembangan.

Kondisi tersebut berdampak pada laba bersih yang tercatat sebesar USD 3,21 juta, lebih rendah dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai USD 13,06 juta. Manajemen menilai penurunan laba merupakan konsekuensi yang wajar dalam fase investasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi neraca keuangan, total ekuitas HUMI pada 2025 tercatat sebesar USD 172,87 juta, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas meningkat 36,35 persen menjadi USD 173,29 juta sebagai bagian dari pembiayaan berbagai proyek investasi strategis.

Manajemen menegaskan bahwa peningkatan liabilitas tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi yang berorientasi pada aset produktif. Selain itu, bertambahnya fasilitas pendanaan menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap prospek bisnis HUMI ke depan.

Ari optimistis berbagai langkah investasi yang dijalankan saat ini akan memperkuat posisi perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan sektor energi di masa mendatang.

“Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, dukungan pendanaan yang terus meningkat, serta prospek pasar energi yang masih terbuka lebar, kami yakin HUMI berada di jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tutupnya.

Berita Terbaru