JATIMPEDIA, Gresik - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
Dalam peninjauan itu, Bupati Yani didampingi Kapolres Gresik serta Dandim Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah pusat dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena pembangunan Sekolah Rakyat ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Kami melihat progres pembangunannya berjalan baik,” kata Yani.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu
Ia menjelaskan, proyek pembangunan ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan mulai digunakan pada Juli 2026 untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini telah berjalan di wilayah Sidayu nantinya juga akan dipindahkan ke lokasi baru tersebut agar seluruh kegiatan pendidikan terpusat.
Menurut Yani, peserta didik yang diterima di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kategori desil 1 atau kelompok ekonomi paling rendah. Karena itu, sekolah tersebut tidak membuka penerimaan siswa secara umum.
“Program ini dikhususkan bagi warga dari desil 1. Ini menjadi bentuk perhatian negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dengan konsep pendidikan bertaraf internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa’diyah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik turut mendukung pembangunan melalui penyediaan infrastruktur penunjang yang dibiayai APBD.
Beberapa fasilitas yang telah selesai dibangun antara lain asrama putri, gedung serbaguna, dan rumah susun guru. Adapun dukungan pembangunan dari APBD mencakup akses jalan masuk dari jalan raya, sarana air bersih, penambahan dinding bozem, serta penataan area belakang lapangan basket yang akan dijadikan kawasan agroedukasi.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga menyiapkan kendaraan operasional dan sarana pengelolaan sampah untuk mendukung operasional sekolah.
Ida mengungkapkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 58 persen. Sejumlah pekerjaan yang tersisa dinilai bersifat minor, seperti instalasi mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), pemasangan listrik, hingga pendingin ruangan.
“Secara target, minggu ini progres seharusnya sudah mencapai 63 persen. Beberapa pekerjaan yang sudah selesai antara lain pemasangan genteng masjid, pembangunan gedung serbaguna, dan rumah susun guru,” katanya.
Editor : Arif