Pertamina Temukan 1 Juta Barel Minyak di Kawasan Transmigrasi Kaltim

JATIMPEDIA, Jakarta - SKK Migas menemukan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru dengan cadangan minyak sebesar 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel. Pengeboran langsung dikebut oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bulan depan di tengah krisis energi dunia. 

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menuturkan bahwa temuan 13 sumur baru dengan cadangan 1 juta barel minyak menjadi angin segar di tengah krisis energi dunia dampak dari gejolak geopolitik.

Pengeboran sumber minyak akan dilakukan oleh PT PHSS di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar  Djoko dalam MoU antara Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, dikutip pada Selasa (5/5/2026).

Dijelaskan satu dari 13 sumur tersebut merupakan sumur pengembangan MUT-346 OS HZ. Djoko merinci jika dihitung potensi nilai diperoleh dari minyak dan gas dihitung menggunakan satuan rupiah mencapai Rp 2,5 triliun.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto.

Di luar dari 13 sumur baru tersebut, saat ini PHSS telah mengelola 79 sumur yang berlokasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja. Dia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi dalam pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi produksi migas.

“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” kata Djoko.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan temuan ladang gas dan minyak menjadi penanda pergeseran paradigma pembangunan kawasan transmigrasi. Tak lagi semata identik dengan sektor pertanian, kawasan ini kini dilirik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis energi, khususnya minyak dan gas (migas). 

Dengan total 3,2 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dikelola negara, pemerintah kini mulai memetakan potensi lain di setiap kawasan transmigrasi. Salah satu yang tengah dibahas serius adalah kemungkinan eksplorasi sumur minyak dan gas.

“Tetapi bagaimana kami yang telah diserahi oleh negara 3,2 juta hektar HPL transmigrasi itu bisa memetakan potensi di masing-masing kawasan transmigrasi. Nah, yang kami sedang bahas hari ini adalah potensinya sumur minyak dan gas,” kata Iftitah.

Pengembangan ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga akan mendorong pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang pembiayaannya didukung oleh industri.

 
“Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri,” ujarnya.

Berita Terbaru