JATIMPEDIA, Jakarta – Industri kendaraan niaga di Indonesia terus menunjukkan tren penguatan seiring langkah strategis yang dilakukan Hino Motors Ltd bersama entitasnya di Tanah Air. Fokus utama diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan produksi lokal, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan guna mendukung daya saing industri otomotif nasional.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dengan jajaran manajemen Hino, termasuk Satyakam Arya, Shingo Sakai, dan Hiroshi Terawaki. Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga sekaligus peluang ekspor ke pasar global.
Dalam kesempatan itu, Hino menegaskan komitmennya dalam mendukung industri otomotif nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dan investasi berkelanjutan. Hingga saat ini, total investasi Hino di Indonesia telah mencapai sekitar 112,5 juta dolar AS, dengan kapasitas produksi pabrik mencapai 75 ribu unit per tahun serta menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja.
Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia, Shingo Sakai, menekankan pentingnya layanan purna jual sebagai bagian dari strategi perusahaan. Menurutnya, jaringan layanan yang luas, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis profesional menjadi kunci dalam menjaga operasional pelanggan tetap optimal di berbagai sektor industri.
Tak hanya memperkuat pasar domestik, Hino juga mulai mengarahkan Indonesia sebagai hub ekspor global kendaraan niaga. Dengan dukungan rantai pasok lokal yang semakin solid, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi bagi pasar regional hingga internasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional.
Di sisi lain, Hino juga terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Saat ini, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah mencapai kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen untuk berbagai tipe kendaraan. Bahkan, beberapa model seperti Hino 300 Series telah mencatatkan TKDN hingga 71,85 persen, memperkuat peran industri komponen dalam negeri.
Selain aspek produksi, perusahaan juga aktif dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi, penyediaan fasilitas laboratorium, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Hino dalam membangun ekosistem industri otomotif yang berkelanjutan di Indonesia.
Pemerintah pun mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri dan pemangku kepentingan guna mengoptimalkan kapasitas produksi nasional. Dengan sinergi tersebut, industri otomotif Indonesia diharapkan terus tumbuh, semakin kompetitif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ekonomi nasional.
Editor : Taufiq