JATIMPEDIA, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan, khususnya pada kelompok Desil 1, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data sekaligus mempercepat penanganan kemiskinan.
Kebijakan yang digagas di bawah kepemimpinan Bupati Jember ini kini memasuki tahap uji coba (trial), namun di lapangan memunculkan beragam respons, baik dukungan maupun kritik dari berbagai pihak.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Jember, Achmad Helmi, menjelaskan bahwa pelibatan ASN dilakukan agar data warga miskin dapat diverifikasi langsung secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Proses ini, menurutnya, tidak hanya bertujuan memperbaiki validitas data, tetapi juga mendekatkan ASN dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap kondisi warga miskin.
“Verval data warga miskin ini masih dalam tahap trial. Kalau ada kendala di lapangan, akan kita evaluasi dan perbaiki. Yang penting datanya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Helmi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa ASN yang memiliki keterbatasan, seperti faktor kesehatan, usia lanjut, atau kondisi tertentu, diberikan fleksibilitas untuk diwakilkan oleh rekan kerja.
Sistem yang digunakan pun memungkinkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai password agar proses pendataan tetap berjalan.
Secara kronologis, kebijakan ini dimulai dengan penugasan ASN lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan terhadap data warga miskin yang sudah tercatat sebelumnya.
Para ASN dilingkungan Pemkab Jember, diminta memastikan apakah penerima bantuan masih layak atau tidak, tanpa memasukkan data baru.
Dalam praktiknya, ASN mendatangi rumah-rumah warga yang masuk kategori Desil 1, termasuk di wilayah pinggiran yang jumlahnya cukup besar, sehingga membutuhkan keterlibatan banyak petugas.
Namun dalam pelaksanaannya, muncul sejumlah kendala teknis. Beberapa ASN mengeluhkan penugasan yang tidak efisien karena lokasi verval tersebar di beberapa kecamatan yang berjauhan.
Bahkan, ada yang harus menjangkau wilayah perbatasan Jember-Probolinggo tanpa dukungan transportasi atau biaya operasional. Selain itu, kondisi geografis dan keterbatasan fisik sebagian ASN juga menjadi perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menilai bahwa kebijakan ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa verval yang dilakukan bukan untuk menambah penerima bantuan baru, melainkan hanya mengecek kelayakan data yang sudah ada.
“Harus dipahami, ini bukan memasukkan data baru. Ini hanya verifikasi apakah yang sudah menerima bantuan itu masih layak atau tidak. Jadi kalau masyarakat berharap setelah didata lalu otomatis dapat bantuan, itu keliru,” kata Widarto.
Widarto juga mengkritisi potensi ketidakakuratan data jika pendataan dilakukan oleh ASN dari luar wilayah. Menurutnya, warga bisa saja memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sementara petugas tidak memiliki cukup waktu atau kemampuan untuk melakukan pendalaman.
“Pendataan itu tidak mudah. Kalau yang mendata orang luar, bisa saja datanya tidak valid karena mudah dibohongi. Maka perlu metode yang jelas, termasuk mekanisme berjenjang seperti musyawarah desa untuk menguji data tersebut,” ujar Legislator PDI Perjuangan ini.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen penugasan yang lebih baik, seperti pengelompokan wilayah kerja agar tidak terpencar serta penyesuaian tugas berdasarkan kondisi fisik ASN.
Widarto bahkan menawarkan keterlibatan unsur lain, seperti pengurus partai politik hingga tingkat desa, untuk membantu proses validasi secara sukarela demi meningkatkan akurasi data.
Di sisi lain, Pemkab Jember tetap menilai kebijakan ini sebagai langkah serius dalam penanggulangan kemiskinan, dengan target sekitar 97 ribu warga miskin dapat ditangani lebih tepat sasaran.
Helmi menyampaikan apresiasi kepada ASN yang telah menjalankan tugas di lapangan dengan penuh dedikasi, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Kami berterima kasih kepada ASN yang sudah melaksanakan verval dengan penuh semangat. Ini bentuk kepedulian terhadap warga miskin. Ke depan, tentu akan terus kita evaluasi agar lebih baik,” pungkasnya
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-16026-asn-diterjunkan-verifikasi-data-kemiskinan-di-jember