Pakuwon Group Kembangkan Rumah Mewah Mulai Rp11 Miliar di Belakang Pakuwon Mall

JATIMPEDIA, Surabaya - Pakuwon Group kembali mempertegas posisinya sebagai pengembang properti premium dengan meluncurkan Cluster Belvedere tahap 2 di kawasan prestisius Pakuwon Indah, Surabaya Barat. Hunian mewah yang berada tepat di belakang Pakuwon Mall Surabaya tersebut ditawarkan mulai dari Rp11 miliar dan menyasar segmen pasar kelas menengah atas yang terus menunjukkan permintaan tinggi.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, pengembangan tahap kedua dilakukan karena tingginya permintaan pasar terhadap hunian mewah yang tidak hanya menawarkan desain elegan, tetapi juga privasi dan kenyamanan maksimal bagi penghuninya.

Menurutnya, pada pengembangan tahap pertama sebanyak 20 unit rumah di Cluster Belvedere berhasil terjual habis dalam waktu relatif singkat. Melihat respons pasar yang sangat positif, Pakuwon Group kemudian melanjutkan pengembangan tahap kedua dengan total 18 unit.

"Dari 18 unit yang kami kembangkan pada tahap kedua, saat ini sudah sekitar separuhnya terjual. Permintaan masih terus mengalir, sehingga kami optimistis seluruh unit dapat terserap pasar dalam waktu dekat," ujar Sutandi pada Grand Opening Belvedere tahap 2, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada akhir 2025, Cluster Belvedere memang dirancang sebagai hunian premium dengan desain modern yang tetap mengedepankan konsep timeless. Hunian ini tidak sekadar menjadi alamat tempat tinggal, tetapi juga simbol pencapaian hidup bagi para pemiliknya.

Cluster Belvedere tahap 2 menawarkan berbagai pilihan ukuran rumah. Untuk tipe dengan lebar 8 meter dibanderol mulai Rp11 miliar, ada juga pilihan lebar 12 meter, 15 meter, hingga 18 meter yang ditawarkan dengan harga hingga sekitar Rp22 miliar.

Sutandi menambahkan, pengembangan hunian premium ini dilakukan karena pasar properti kelas atas di Surabaya Barat dinilai masih sangat menjanjikan. Meski daya beli masyarakat secara umum mengalami penurunan, segmen kelas menengah atas justru dinilai memiliki momentum untuk berinvestasi properti.

"Dalam kondisi ekonomi saat ini, justru kelas menengah atas melihat peluang untuk membeli rumah. Banyak pembeli yang ternyata naik kelas dan ingin meningkatkan kualitas hunian mereka," katanya.

Menariknya, tidak sedikit pembeli yang berasal dari luar pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pakuwon Indah masih menjadi magnet investasi properti, terutama bagi kalangan pengusaha yang membutuhkan hunian sekaligus aset investasi.

Sebagian besar pembeli pada tahap pertama diketahui berasal dari kalangan pengusaha. Untuk skema pembelian, sekitar 30 persen di antaranya melakukan secara tunai, sementara sisanya memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis seluruh unit Belvedere tahap 2 dapat terjual habis pada pertengahan tahun ini, seiring tingginya permintaan terhadap hunian premium di Surabaya Barat yang dinilai tetap prospektif sebagai aset investasi jangka panjang.

Sutandi bersyukur, Pakuwon Group telah melakukan kerja sama eksklusif dengan BCA untuk memberikan kemudahan pembiayaan melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kompetitif mulai 1,69 persen. Program ini diharapkan semakin memudahkan konsumen dalam memiliki hunian premium tersebut.

Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, Meliani Tjondro menjelaskan kerja sama eksklusif antara BCA dan Pakuwon Group telah berjalan sejak November 2025 dan mendapat respons positif dari pasar.

Melalui program tersebut, konsumen mendapatkan berbagai keuntungan seperti bebas biaya KPR serta gratis asuransi jiwa hingga asuransi kebakaran sampai dengan 31 Maret 2026. Selain itu, tersedia pilihan bunga KPR yang kompetitif.

"Bunga KPR mulai dari 1,69 persen fixed satu tahun, 2,69 persen fixed tiga tahun, dan 3,69 persen fixed lima tahun. Program ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus kepastian bagi nasabah," kata Meliani.

Ia menilai, dalam situasi geopolitik global yang tidak menentu, properti justru menjadi instrumen investasi yang menarik. BCA sendiri tetap menerapkan prinsip konservatif dengan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan layanan terbaik bagi nasabah.

Meliani menambahkan, kerja sama dengan Pakuwon Group memberikan kontribusi signifikan terhadap penyaluran KPR BCA di Surabaya. Bahkan, kontribusi proyek-proyek Pakuwon terhadap portofolio KPR BCA mencapai lebih dari 30 persen.

Sementara itu, Head of Marketing Pakuwon Group Liliani Harsono menambahkan bahwa Cluster Belvedere mengusung konsep Modern Tropical Elegance yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara kehidupan urban yang dinamis dengan ketenangan hunian.

"Cluster ini dilengkapi sistem keamanan berlapis dengan private gate dan pengawasan CCTV. Tersedia lima tipe rumah dengan luas bangunan mulai dari 208 meter persegi hingga 504 meter persegi, lengkap dengan desain langit-langit tinggi serta bukaan besar untuk sirkulasi udara alami," paparnya.

Beberapa unit bahkan dilengkapi fasilitas private jacuzzi dan kolam renang untuk memberikan kenyamanan dan privasi maksimal bagi penghuni. Lokasinya juga sangat strategis karena hanya selangkah dari Pakuwon Mall, sekolah internasional, rumah sakit, hingga fasilitas golf eksklusif.

Pakuwon Group menilai peluncuran Belvedere tahap kedua ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian berkualitas tinggi yang mampu mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan di Surabaya Barat.

Dengan total landbank sekitar 400 hektare di kawasan Pakuwon Indah yang kini hampir seluruhnya telah terdevelop, area yang tersisa merupakan lokasi-lokasi paling premium dan favorit. Karena itu, nilai properti di kawasan tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Pada Periode Grand Opening Belvedere tahap 2 ini Pakuwon Group bersama dengan BCA memberikan Special Promo, Free Biaya KPR & Free BPHTB. Dan pada 18-22 Maret 2026 akan digelar Lebaran Vaganza di Pakuwon Mall dengan hadiah special Logam Mulia hingga beragam hadiah elektronik

Berita Terbaru

Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2

Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang berlaku sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang operating company PT Telkom …