Tahun Ini Gaikindo Pasang Target Penjualan 850 Ribu Unit Mobil

JATIMPEDIA, Jakarta  - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi menetapkan target penjualan mobil nasional sebesar 850 ribu unit untuk sepanjang tahun 2026. Target ini mencerminkan optimisme industri untuk kembali tumbuh setelah mengalami tren penurunan penjualan pada tahun lalu.

 
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan kesepakatan bersama anggota asosiasi, namun tetap bersifat fleksibel terhadap dinamika kebijakan pemerintah dan kondisi pasar.

 
“Jadi, pada dasarnya kita kemarin sudah sepakat, pada tahun ini kita mematok target sebanyak 850 ribu unit. Kalau misalnya ada perkembangan baru atau kebijakan baru, ya mungkin akan kita tinjau lagi,” ujar Kukuh dalam diskusi Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) di Jakarta.

 
Kukuh memaparkan bahwa industri otomotif akan menghadapi tantangan unik di awal tahun, terutama terkait siklus libur panjang Hari Raya Idulfitri. Meski Lebaran kerap menjadi momentum puncak konsumsi, durasi libur yang panjang berdampak pada berkurangnya hari kerja efektif di pabrik perakitan.

Namun, Gaikindo telah menyiapkan strategi untuk mengejar ketertinggalan produksi tersebut. Kehadiran merek-merek baru serta rangkaian pameran otomotif yang dijadwalkan pasca-Lebaran diharapkan menjadi motor penggerak utama.

“Kita berharap setelah itu (Lebaran) harusnya kita bisa sedikit 'nge-gas'. Karena (periode waktunya) kan panjang, dari Maret sampai ke akhir tahun nanti,” tambah Kukuh.

Berdasarkan data historis, industri otomotif Indonesia sedang berupaya keluar dari tekanan. Pada tahun 2025, penjualan wholesale (pabrik ke dealer) tercatat sebanyak 803.687 unit, menyusut 7,2% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit.

Setali tiga uang, penjualan ritel (dealer ke konsumen) pada 2025 juga terkoreksi 6,3% menjadi 833.692 unit dari angka 889.680 unit di tahun sebelumnya. Dengan target 850 ribu unit pada 2026, industri berharap dapat membalikkan keadaan dan mengembalikan level penjualan ke jalur pertumbuhan positif.

Berita Terbaru