Pemkot Surabaya Optimalkan Peran Kampus untuk Akselerasi Ekonomi

JATIMPEDIA. Surabaya  - Pemkot Surabaya menggandeng perguruan tinggi menekan pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi 2026. Kolaborasi ini bagian pendekatan heptahelix menuju Surabaya kota dunia berkelanjutan.

Pembahasan berlangsung dalam rapat koordinasi di Graha Sawunggaling, Rabu 14 Januari 2026. Rapat dihadiri kepala perangkat daerah serta lebih 100 rektor perguruan tinggi.

Kepala BRIDA Surabaya Agus Imam Sonhaji menegaskan peran strategis perguruan tinggi. “Rakor bertujuan menurunkan pengangguran terbuka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2026.”katanya.

Agus menyebut pertumbuhan ekonomi menjadi kata kunci kebijakan pembangunan daerah. “Pertumbuhan ekonomi tidak boleh rendah dan ditargetkan mencapai delapan persen.”ujarnya.

Kajian TP2ID menunjukkan tantangan pertumbuhan ekonomi termasuk TPT dan ekonomi mikro kampung.

“Masalah masyarakat dapat menjadi bahan riset relevan bagi perguruan tinggi.” Ia menambahkan. 

Kepala Bappeda Irvan Wahyudrajad memaparkan capaian indikator makro pembangunan Surabaya. IPM 2025 mencapai 85,65 investasi naik Rp43,6 triliun dan TPT turun 4,84 persen.

Pemkot menargetkan TPT 4,47 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,80 persen tahun 2026.

“Perguruan tinggi membina SDM kreatif sementara pemerintah menyiapkan ekosistem pendukung.”kata Irvan. 

Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi diajak berpartisipasi survei meningkatkan kualitas data perekonomian Surabaya.”katanya.

Pendataan mahasiswa ekonomi kreatif dinilai penting mendukung kebijakan ketenagakerjaan daerah.

“Direktori ini dasar kebijakan tepat sasaran khususnya bagi generasi Z.” ujarnya. 

 

Berita Terbaru