Pemerintah Proyeksi Belanja Nataru Capai Rp 120 Triliun

JATIMPEDIA, Jakarta - Pemerintah memproyeksikan belanja masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai Rp 110 triliun-Rp 120 triliun. Lonjakan konsumsi ini diharapkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus belanja dan kemudahan mobilitas untuk mendorong konsumsi domestik.

"Total belanja pada Desember ini diperkirakan mencapai Rp 110 triliun hingga Rp 120 triliun, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi," kata Airlangga, dikutip Rabu (17/12/2025).

Airlangga menjelaskan, salah satu pendorong utama konsumsi adalah program belanja Nataru, termasuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12-16 Desember 2025. Program ini ditargetkan membukukan transaksi hingga Rp 34 triliun.

Selain itu, belanja ritel di pusat perbelanjaan dengan diskon hingga 80% diproyeksikan mencatatkan transaksi sekitar Rp 30 triliun. Sementara belanja di ritel modern dan ritel kecil sepanjang 1-31 Desember 2025 ditargetkan mencapai Rp 56 triliun.

Secara keseluruhan, peningkatan konsumsi tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 tetap berada di atas 5,4%.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Nataru, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif transportasi. Di antaranya diskon 30% tiket kereta api non-PSO untuk perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, serta diskon 20% tarif kapal Pelni pada periode 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sementara itu, tiket pesawat udara mendapat potongan harga sekitar 13%–14%, dengan periode pembelian mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 dan periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.

Pemerintah juga menggenjot sektor pariwisata melalui penyelenggaraan 37 agenda pariwisata sepanjang Desember 2025 guna memperkuat konsumsi domestik.

"Sehingga ajang ini juga akan mendorong pergerakan dari penduduk Indonesia," pungkas Airlangga.

Berita Terbaru