Pemkab Situbondo Alokasikan Insentif untuk Kader IMP Rp 503 Juta

JATIMPEDIA, Situbondo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, mengalokasikan anggaran sebesar Rp503 juta untuk insentif kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo  Imam Darmaji mengatakan, insentif tersebut bentuk apresiasi terhadap kader IMP.

"Selama ini mereka berkontribusi dalam membantu program KB termasuk menagani kasus stunting di tingkat desa," ujar Imam Darmaji usai penyerahan insentif, Senin (3/11/2025).

Imam Darmaji menyebutkan jumlah kader IMP PPKBD yang menerima insentif sebanyak 1.006 orang. Mereka tersebar di 136 desa/kelurahan, 17 kecamatan yang ada di Situbondo. Masing-masing akan menerima insentif Rp500.000 per tahun.

"Insentif ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengabdian mereka selama ini," ucapnya.

Kata Imam Darmaji, tugas kader IMP PPKBD cukup berat, mereka mendatangi akseptor KB sekaligus memberikan penyuluhan dan motivasi serta melakukan pendataan terhadap masyarakat.

"Mereka sangat membantu program pemerintah di tingkat desa. Termasuk juga membantu pemerintah daerah setempat dalam penanganan stunting di tingkat desa/kelurahan," bebernya.

Imam Darmaji berharap, dengan memberikan insentif kepada kader IMP PPKBD, dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu program pemerintah di tingkat desa, khususnya untuk menekan angka kasus stunting.

"Kami berharap, dengan insentif ini para kader bisa lebih meningkatkan kinerjanya di tingkat desa/kelurahan," kata Imam Darmaji.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan terima kasih kepada para kader IMP PPKBD yang selama ini bekerja keras membantu pemerintah, salah satunya dalam hal penanganan stunting.

"Yang terpenting sekarang bagaimana para kader ini terus membantu pemerintah di tingkat desa untuk menurunkan prevalensi stunting," katanya.

Informasi dihimpun RRI, prevalensi stunting di Situbondo hingga akhir Oktober 2025 tercatat 5,62 persen. Ini berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan.​

 

Berita Terbaru