JATIMPEDIA, Gresik - Kantor Bea Cukai Gresik bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam mengangkat potensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak delapan belas produk olahan laut unggulan dari UMKM Gresik secara resmi diberangkatkan untuk mengikuti ajang internasional bergengsi “Seafood Expo” di Qingdao, China.
Acara pelepasan yang digelar di Jalan Basuki Rahmat pada Jumat (24/10) ini merupakan hasil sinergi antara Dekranasda Kabupaten Gresik, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Bea Cukai Gresik, serta PT Aji Bakuh Anugrah sebagai mitra eksportir.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan potensi bahari Gresik di panggung dunia.
“Ini merupakan momentum luar biasa bagi UMKM Gresik. Melalui kerja sama dengan Bea Cukai dan PT Aji Bakuh Anugrah, kami ingin menunjukkan bahwa produk Gresik mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Nurul menambahkan, Kabupaten Gresik memiliki sumber daya kelautan yang sangat melimpah, dan dengan inovasi serta dukungan lintas sektor, produk olahan lautnya dapat menjadi primadona ekspor.
Keikutsertaan dalam pameran internasional ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi UMKM lokal untuk melakukan ekspor berkelanjutan, memperluas jaringan pemasaran, dan memperkuat citra Gresik sebagai daerah maritim dengan potensi ekonomi kreatif yang kuat.
“Kami optimistis, produk olahan laut dari UMKM Gresik mampu bersaing dengan produk luar negeri. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, potensi bahari Gresik bisa benar-benar mendunia,” tambahnya.
Kasih PLI Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono mengungkapkan, pihaknya senantiasa mendorong UMKM Gresik untuk bisa bersaing di pasar global. Melalui Klinik Ekspor Desa Devisa, Bea Cukai tidak hanya memberikan bantuan pelatihan namun juga mempertemukan pebisnis UMKM dengan buter di luar negeri melalui atase perdagangan kedubes RI.
"Dengan keikusertaan di pameran ekspor luar negeri kami berharap UMKM Gresik makin berdaya saing untuk bisa menemukan pasar ekspor di luar negeri," ujar Eko Rudi Hartono.
Sementara itu, Imanda Ratining Putri, CEO PT Aji Bakuh Anugrah selaku mitra eksportir, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi penghubung antara produk lokal dan pasar global. Ia menegaskan bahwa seluruh produk yang akan dibawa ke Seafood Expo telah melewati proses kurasi yang ketat.
“Kami berterima kasih kepada Dekranasda dan Pemkab Gresik atas dukungannya. Produk-produk ini tidak hanya memiliki cita rasa khas dan berkualitas, tetapi juga sudah siap dari sisi kemasan, perizinan, dan logistik untuk bersaing di pasar internasional,” jelas Imanda.
Lebih lanjut, ia menyebut Seafood Expo di Qingdao sebagai salah satu pameran seafood terbesar dan paling berpengaruh di dunia. PT Aji Bakuh Anugrah berkomitmen memanfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin.
“Ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi peluang bisnis nyata. Kami akan memfasilitasi pertemuan business to business dan menjajaki kerja sama ekspor. Kami siap terus bersinergi dengan Dekranasda dan Pemkab Gresik untuk membawa UMKM lokal menuju pasar global,” pungkasnya.
Editor : Taufiq