Gedung Sekolah Rakyat Sumenep Dibangun di Atas Lahan 10 Hektar, Anggaran Tembus Rp200 Miliar

JATIMPEDIA, Sumenep -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyiapkan lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). 


Lahan yang berlokasi di Desa Patean, Kecamatan Batuan, itu telah diserahkan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program pendidikan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.


Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut, pembangunan fisik sekolah tersebut sepenuhnya akan dibiayai oleh pemerintah pusat dengan nilai yang cukup fantastis, bahkan ditaksir mencapai sekitar Rp200 miliar.


“Di lahan sepuluh hektar itu, informasinya anggaran cukup besar. Pemerintah pusat yang akan membangun,” ujar Bupati Fauzi, Selasa (7/10).


Bupati Fauzi menuturkan, penyerahan lahan kepada pemerintah pusat sudah dilakukan jauh sebelum program Sekolah Rakyat dimulai di Sumenep. 


Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bentuk kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem.


“Sudah diserahkan lahannya kepada pemerintah pusat. Insyaallah nanti akan dibantu,” katanya.


Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sumenep masih menggunakan gedung SKD Batuan sebagai lokasi sementara.


“SKD ini hanya tempat sementara, sambil menunggu pembangunan gedung sekolah rakyat di lahan sepuluh hektar itu,” ungkap Bupati dua periode tersebut.


Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, Pemkab Sumenep berkomitmen menjaga keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan infrastruktur pendidikan. Selain penyediaan lahan, pihaknya juga berperan dalam menyiapkan peserta didik.


“Pemerintah daerah akan tetap selaras dengan apa yang diharapkan pusat, termasuk penyediaan lahan dan siswa,” ujarnya menambahkan.


Meski lahan sudah diserahkan, Pemkab Sumenep belum mendapatkan kepastian mengenai jadwal pembangunan gedung permanen maupun waktu penggunaannya.


“Kami belum tahu kapan mulai dibangun, apakah tahun depan sudah bisa ditempati atau belum,” ujar Bupati Fauzi.


Diketahui, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 di Kabupaten Sumenep resmi beroperasi pada Selasa, 30 September 2025. Saat ini, total ada 96 siswa yang terdaftar, terdiri dari 50 siswa jenjang SMP dan 46 siswa jenjang SD.

Berita Terbaru