Madiun Ekspor 150 Ton Porang ke Cina

Madiun,JP – Setelah sempat terhenti 2 tahun akibat pandemi, Kabupaten Madiun mengekspor komoditas porang ke Cina melalui PT Asia Prima Konjac. Pengiriman porang sebanyak 150 ton itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (6/7).

Bupati Madiun Ahmad Dawami berharap dengan dibukanya ekspor ini akan membuat harga komoditas porang madiun kembali stabil.

“Ini kabar baik untuk semuanya, sejak tahun 2020 (ekspor) ditutup sekarang sudah dibuka (karena Pandemi COVID-19). Semoga dengan ini harga (porang) menjadi normal, petani porang Madiun bisa semangat lagi jika harganya membaik lagi,” ujar Dawami.

Menurut Dawami, pihaknya kini terus memantau harga porang. Saat ini harga porang basah diketahui masih turun di harga Rp 2.200 per kilo. Padahal saat normal harga porang madiun tersebut bisa mencapai Rp 15 ribu per kilo. Untuk itu ia akan tetap memantau hingga harga kembali normal.

Baca Juga  Hadapi Libur Nataru, KAI Siapkan 56 KA Tambahan

“Untuk harga akan dipantau terus pergerakannya, logisnya ketika ekspor ke China dibuka maka hukum pasar akan berlaku sehingga harga pelan-pelan akan naik seiring permintaan yang juga kembali naik,” jelasnya.

Direktur Utama PT Asia Prima Konjac, Revie Christianto Gozali mengaku saat ini telah mulai membuka penerimaan pembelian porang. Dalam waktu dua Minggu ini sudah ada 500 ribu ton umbi porang basah dengan harga pembelian sekitar Rp 3 ribu/kg.

“Kita baru dua Minggu buka penerimaan pembelian umbi porang basah dengan harga di bawah Rp 3 ribu. Saat ini sudah ada kalau 500 ribu ton,” kata Renvie.

Renvie mengaku akan meningkatkan kualitas porang madiun ekspor ke China yang dikirim dalam bentuk chip kering atau keripik. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menjaga standar yang ditetapkan dari negara asal.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Gelar Misi Dagang di Riyadh - Arab Saudi

“Kita dari pihak pabrik untuk tetap menjaga standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh negara penerima yaitu China,” ujar Renvie. (sat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *