Coca Cola Pasuruan Operasikan PLTS Atap Berkapasitas 2,4 Megawat Peak

Reporter : Eka Sapto

JATIMPEDIA, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur, mendorong implementasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap guna mencapai target pemerintah pusat dalam meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT).

"Kami targetkan pertumbuhan bauran EBT sebesar 12,5 persen pada 2025," kata Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan Nurkholis di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.

Baca juga: Pasang PLTS Atap, APL Sidoarjo Mampu Kurang Emisi 264 Ton Pertahun

Ia menyatakan saat ini target bauran EBT dari pemerintah pusat sebesar 23 persen pada 2025 dan dapat diraih dengan komitmen perusahaan global yang ada di Jawa Timur dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Nurkholis menilai peresmian PLTS atap di kawasan Mega Distribution Center dan Pabrik Packaging Service Division (PSD) Pandaan milik Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menjadi penanda kontribusi sektor industri dalam mempercepat implementasi energi bersih di Indonesia.

Nurkholis menilai PLTS atap dengan kapasitas 2,4 megawatt peak (MWp) yang dibangun di area seluas 27,96 hektare ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sekitar dua juta kilogram karbon dioksida (CO2) per tahun.

"Kami mengapresiasi komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Implementasi PLTS atap skala industri ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk beralih ke energi terbarukan," tambahnya.

Baca juga: PLN IP Integrasikan PLTS dengan Monetisasi Karbon Global

Investasi ini merupakan bagian dari komitmen global CCEP dalam Renewable Energy 100 (RE100) Initiative dan target penggunaan 100 persen energi terbarukan pada 2030.

"Instalasi PLTS atap di Pasuruan menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam mendukung agenda transisi energi nasional," tambah Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina.

Melalui kerangka keberlanjutan bertajuk "This is Forward", CCEP berkomitmen mencapai target net zero emission pada 2040 dengan pengurangan emisi sebesar 30 persen pada 2030.

Baca juga: Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Selain PLTS atap, CCEP Indonesia juga telah mengimplementasikan berbagai inovasi energi terbarukan lainnya termasuk pengadaan sekitar 200 ribu lemari pendingin hemat energi yang dapat menghemat hingga 178 juta kWh energi per tahun.

Selain itu, juga konversi bahan bakar dari solar ke gas alam dan LNG untuk pemanas, pembangkit listrik dan forklift sejak 2008. (eka)

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru