JATIMPEDIA, Gresik - Puluhan kader dan penyintas tuberkulosis (Tb), kader stunting, di Gresik mendapat pelatihan ecoprint dari PT Smelting dan Human Initiative (HI). Selain mengikuti pelatihan ecoprint, mereka juga mendapat sosialisasi dari Koperasi Pojok Sadar Gizi (Pokdarzi) yang digelar di Pendopo Kabupaten Gresik, Sabtu (28/12).
Senior Staf GA PT Smelting, Rachmayani menjadi pemateri dalam pelatihan ecoprint dan sosialisasi disampaikan oleh Fidah, sekretaris koperasi Pokdarzi. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan para kader dan penyintas TB dan stunting.
Baca juga: Kolaborasi Pemkab Gresik dengan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove
"Untuk itu PT Smelting bersama dengan Human Initiative menggelar pelatihan pembuatan Ecoprint dan sekaligus Sosialisasi Koperasi Pokdarzi," kata Rachmayani.
Dikatakan, PT Smelting berkomitmen untuk meningkatkan ketrampilan para kader TB dan stunting yang merupakan program kesehatan dari PT Smelting. Sehingga mereka tidak hanya memperhatikan pasien TB dan Stunting saja, namun juga memperhatikan bagaimana mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka.
Baca juga: PT Smelting Raih Penghargaan ProKlim 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup
"Caranya bagaimana, ya salah satunya dengan meningkatkan income mereka melalui ketrampilan yang diberikan," terang Rachmayani.
Ditambahkan, ecoprint merupakan salah satu yang paling popular saat ini, sehingga membuka ruang bagi kaum perempuan untuk bisa menekuni usaha rumahan, dan membuka lapangan kerja baru.
Baca juga: Bantu Korban Erupsi Semeru, PT Smelting Salurkan 30 Paket Hygien Kits
Menurutnya, ecoprint merupakan teknik cetak yang menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan, dimana bahannya ada dan melimpah disekitar. Sebab bahan ecoprint sangat ramah lingkungan yang bisa menjadi media untuk mengembangkan kreativitas yang dapat dituangkan dalam lembaran kain.
"Untuk itu, kami berharap agar pelatihan pembuatan ecoprint bagi penyintas TB bisa terus dilakukan, agar mereka mempunyai kemampuan untuk mengembangkan usaha baru, karena pemasarannya bisa dilakukan lewat media sosial.," pungkas dia. (raf)
Editor : indri fitria