JATIMPEDIA, Surabaya - Ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di musim liburan akhir tahun 2024 ini, direspon BPBD Jatim dengan menyiagakan posko siaga di lima titik strategis di Jatim. Kegiatan yang berkolaborasi dengan BNPB ini berlokasi di Pantai Telengria Pacitan, Kebun Refugia Plaosan Kab. Magetan, Wilayah Kepanjen Malang Selatan, Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi dan di Pertigaan Suramadu, Kab. Bangkalan.
Semua posko ini terhubung dengan Posko Induk Siaga Bencana Hidrometeorologi di Kantor BPBD Jatim, Jl S. Parman, Waru Sidoarjo. Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengungkapkan, posko yang telah aktif sejak tanggal 20 Desember 2024 ini sengaja disiagakan di dekat tempat wisata dan titik mobilitas warga saat liburan, agar bisa memberikan percepatan informasi saat terjadi bencana.
Baca juga: Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar, Berhasil Catatkan Transaksi Rp 2,529 Triliun
"Mobilitas masyarakat ke tempat-tempat wisata di musim liburan Nataru ini kan sangat tinggi. Sementara, berdasar prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga awal Januari 2025. Karena itulah, posko ini kita siapkan," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/12/2024).
Baca juga: Hore Naik Transjatim Cuma Bayar Rp 81 Periode 11-17 Agustus 2026
Dalam pelaksanaannya, selain dengan BNPB, kegiatan posko siaga bencana hidrometeorologi ini juga berkolaborasi dengan berbagai elemen, seperti, BPBD Kabupaten/kota, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan perwakilan sejumlah relawan.
Guna mendukung kegiatan Posko, Tim BPBD Jatim, secara bergiliran memantau pelaksanaan Posko di lima titik tersebut. Plus Posko Terpadu di Wilayah Kalibaru, Desa Kalibaru Kulon, Kabupaten Banyuwangi.
Baca juga: Deninta dan Akhdan Dinobatkan sebagai Raka-Raki Jawa Timur 2026
Sepanjang kegiatan keposkoan di beberapa titik ini, terpantau tidak ada laporan kejadian bencana besar. Kecuali, beberapa kejadian kecil, seperti, angin kencang di Desa Kalibaru Wetan dan Kalibaru Kulon Kec. Kalibaru, dengan dampak 1 unit rumah rusak sedang dan 4 rumah rusak ringan. (sat)
Editor : Satriyo