JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, pemerintah menargetkan pengembangan sebanyak 2 juta kendaraan mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada 2030.
Dari target tersebut diharapkan terjadi penghematan energi sebesar 29,79 Million Barrel Oil Equivalent (MBOE) dan reduksi emisi gas buang sebanyak 7,23 juta CO2.
Baca juga: Pemerintah Proyeksikan Konsumsi LPG 3 Kg Tahun Ini Capai 8,6 Juta Ton
"Target tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan program kendaraan listrik dan ekosistemnya, selain itu juga untuk akselerasi transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060," ujar Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahjana sebagaimana dikutip lewat keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Agus mengatakan, Indonesia serius dalam upaya mengembangkan rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik, mulai dari hulu hingga ke hilir, mengingat Indonesia dianugerahi potensi nikel yang cukup besar dalam mendukung pengembangan industri ekosistem kendaraan listrik.
"Saat ini, pengolahan bijih nikel menjadi nikel dan kobalt sulfat sudah ada. Proyek-proyek berikutnya yang perlu dilaksanakan dan dipromosikan adalah pembuatan prekursor baterai, katoda, sel baterai, dan baterai, mengingat industri pengisian daya listrik dan daur ulang baterai juga sudah ada," katanya.
Agus merinci di Indonesia terdapat sembilan perusahaan pengolah bijih nikel menjadi nikel dan kobalt sulfat, yang merupakan salah satu material dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.
Baca juga: Pabrik BYD di Subang Siap Diresmikan 3 September 2026, Investasi Capai Rp11,7 Triliun
Empat perusahaan di antaranya sudah beroperasi, tiga dalam tahap konstruksi, dan sisanya masih dalam studi kelayakan. "Industri baterai kendaraan mobil listrik di Karawang telah beroperasi dengan kapasitas 10 GWh pada bulan ini," tambahnya.
Ekosistem kendaraan listrik, lanjut dia, perlu didukung pula dengan infrastruktur pengisian daya yang kuat, tercatat pada April 2024, jumlah total stasiun pengisian daya yang tersedia sudah mencapai 1.566 unit, sementara unit baterai swap sebanyak 1.772 unit. Pemerintah menargetkan akan menambah hingga 48.118 unit stasiun pengisian daya dan 196.179 unit stasiun swap pada 2030 nanti.
Baca juga: PLN UIT JBM Beri Dukungan Moral untuk Anak Pejuang Kanker di Surabaya
Untuk mencapai itu semua, ia menyebut, Indonesia membutuhkan kolaborasi dan sumbangsih dari seluruh pihak, baik itu pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, hingga mitra internasional.(raf)
Editor : Ferdian
Peristiwa
Berita Populer
Rabu, 23 Sep 2026 17:23 WIB
Senin, 21 Sep 2026 16:20 WIB
Selasa, 22 Sep 2026 12:17 WIB
Jumat, 25 Sep 2026 15:23 WIB
Selasa, 22 Sep 2026 21:26 WIB
Berita Terbaru