JATIMPEDIA, Bojonegoro - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro bekerja sama dengan Bulog serta pihak swasta bidang perdagangan terus menggelar operasi pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Dikutip dari laman resmi Pemkab Bojonegoro hari ini. Jumat (22/3/2024), Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Sukaemi, menyampaikan pada tahun 2024, pihaknya menyelenggarakan Operasi Pasar Murah sebanyak 75 titik.
Baca juga: Bulog Jatim Rampungkan Penyaluran 99.004 Ton Beras SPHP
“Mulai Januari hingga sekarang sudah dilaksanakan 12 titik Operasi Pasar Murah,” jelasnya.
Baca juga: BULOG Serap 3,5 Juta Ton Beras, Capai 87 Persen Target Nasional
Kegiatan Operasi Pasar Murah ini dilakukan bertahap. Untuk jadwal kegiatan, pihak dinas menginformasikan kepada masyarakat melalui kecamatan dan pemerintah desa masing-masing. Setiap titik disiapkan 2 ton beras SPHP, kebutuhan pokok dan produk penting lainnya.
“Satu orang maksimal membeli 10 kilogram atau 2 sak beras isi 5 kilogram per sak, di mana per kilogram bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp 10.200,”ujarnya.
Baca juga: Hingga Juli, Bulog Realisasikan Serap Gabah 3,39 Juta Ton
Lebih lanjut, Sukaemi menegaskan bahwa operasi Pasar Murah ini juga untuk meratakan beras agar tidak terjadi ‘panic buying’ yang bisa menyebabkan inflasi signifikan. (sat)
Editor : Taufiq