Gubernur Khofifah Doakan 438.126 Murid Jatim Hadapi TKA, Pesankan Tetap Tenang dan Percaya Diri

Reporter : indri fitria
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan doa, dukungan, dan motivasi kepada 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat

JATIMPEDIA, Surabaya  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan doa, dukungan, dan motivasi kepada 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur yang telah terdaftar dalam sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan TKA dijadwalkan mulai Senin (26/10) hingga 8 November 2026 secara bertahap sesuai pembagian gelombang.

Khofifah berpesan agar seluruh murid menghadapi TKA dengan tenang, percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, serta memohon doa dan restu orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa hasil asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan, melainkan salah satu instrumen untuk memetakan capaian akademik dan meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga: 4.617 Pelajar SMA/SMK Kota Madiun Siap Ikuti TKA Hari Ini

“Hadapilah TKA dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru. Awali dengan berdoa dan jangan lupa memohon doa serta restu kedua orang tua,” pesan Khofifah.

Ia mengajak orang tua dan guru memberikan dukungan positif tanpa membebani murid dengan tuntutan nilai berlebihan. Murid juga diimbau menjaga kesehatan, beristirahat cukup, sarapan sebelum berangkat, menyiapkan kebutuhan tes, dan hadir tepat waktu.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar dalam sistem.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 satuan pendidikan telah berstatus terdaftar final. Sebanyak 3.518 satuan pendidikan menggunakan moda daring penuh (full online), sedangkan 1.028 lainnya menggunakan moda semi daring (semi online). Pemilihan moda disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di masing-masing wilayah.

Menghadapi pelaksanaan TKA, Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, seluruh cabang dinas, dan kepala sekolah melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan teknis maupun administratif, termasuk komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta kesiapan proktor dan teknisi.

Baca juga: Toyota Auto2000 Perkenalkan New Kijang Innova Zenix di Surabaya, T Intouch with Toyota Remote Jadi Andalan

“Saya minta seluruh pihak memastikan sarana dan prasarana benar-benar siap. Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta, kesiapan sarana pendukung, hingga petugas penyelenggara. Koordinasi juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan teknis selama asesmen.

Untuk mengantisipasi gangguan listrik, sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk server maupun komputer proktor, serta generator set (genset) apabila memungkinkan. Proktor dan teknisi juga harus memahami prosedur penanganan gangguan dan memastikan akses komunikasi dengan helpdesk cabang dinas maupun provinsi.

Dinas Pendidikan Jatim turut berkoordinasi melalui surat kepada PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur untuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun konektivitas selama pelaksanaan TKA.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Santri Kuasai Teknologi, Kuatkan Ekonomi dan Rawat Persatuan

“Apabila terjadi gangguan listrik atau internet, murid tidak perlu panik. Petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan. Kami memastikan setiap kendala ditindaklanjuti sesuai prosedur agar hak murid untuk mengikuti TKA tetap terlindungi,” ujar Aries.

Menurut Aries, hasil TKA juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kebutuhan pembelajaran, menyusun pelatihan guru yang lebih tepat sasaran, serta memperkuat kompetensi murid. Evaluasi tersebut diharapkan mendukung pemerataan mutu pendidikan, baik di perkotaan maupun daerah pelosok.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru