JATIMPEDIA, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menyiapkan langkah terpadu untuk mengatasi penumpukan sampah di Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembersihan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah dan pengawasan berkelanjutan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, sampah di Sungai Kalimati kembali menumpuk meski sebelumnya telah dibersihkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, warga, Sungai Watch, dan berbagai pihak.
Baca juga: Gandrung Sewu 2026 Makin Spektakuler, Ini Pesan Bupati Ipuk soal Pelestarian Budaya
“Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai, tapi harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk,” ujarnya di Banyuwangi, Jumat.
Pemkab Banyuwangi pun menyiapkan rencana aksi di sepanjang 1.645,82 meter aliran Sungai Kalimati. Tahap awal dilakukan melalui kerja bakti massal dengan melibatkan warga, nelayan, dan perangkat terkait, serta pengerahan alat berat untuk mengangkat tumpukan sampah.
Sampah yang terkumpul akan diangkut ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Pemerintah daerah juga akan memasang papan larangan membuang sampah sembarangan serta paranet di bagian atas sungai untuk membatasi akses pembuangan sampah.
Selain itu, kamera CCTV akan dipasang di sejumlah titik strategis guna memantau aktivitas di sepanjang sungai dan mencegah pembuangan sampah secara ilegal.
Baca juga: Sambut Gandrung Sewu 2026, Penumpang Pesawat dan Kereta Disambut Tari Gandrung
Ipuk menegaskan, keberhasilan penanganan sampah membutuhkan pengawasan sekaligus kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang ketahuan akan kami minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali, tapi yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih,” katanya.
Editor : Rofiq