Pernikahan Dini Jadi Sorotan di Jember, Warga Didorong Lebih Peduli

Reporter : Satriyo
Pemkab Jember mengedukasi kesehatan reproduksi serta pendampingan ibu dan anak

JATIMPEDIA, Jember - Pernikahan usia dini masih menjadi perhatian di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Upaya pencegahan diperkuat melalui edukasi kesehatan reproduksi serta pendampingan ibu dan anak yang melibatkan KUA, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat.

Persoalan tersebut dibahas dalam penguatan Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) oleh Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1 Jember di Aula Balai Desa Glagahwero, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Angka Kemiskinan Kabupaten Jember Turun 15.990 Jiwa

Camat Panti, Hendra Kusuma, berharap kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapan berkeluarga dan kesehatan ibu-anak.

Penanggung Jawab Wilayah Binaan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1 Jember, I Gusti Ayu Karnasih, mengatakan pencegahan perlu dilakukan sejak awal melalui edukasi, konseling kesehatan reproduksi, dan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Revitalisasi Alun-alun Jember Dimulai November 2026

Ia menilai masyarakat juga perlu dilibatkan untuk menyampaikan informasi kepada puskesmas apabila menemukan persoalan yang membutuhkan pendampingan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Panti, dr. Nur Falakhis, menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, meningkatkan pemeriksaan kehamilan sejak dini, serta mendorong kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru