JATIMPEDIA, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menargetkan penambahan 75 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2026. Penambahan infrastruktur tersebut dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur.
General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan perluasan SPKLU merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Baca juga: PLN dan The Climate Group Teken MoU Kembangkan Produk Energi Hijau
"Penambahan ini merupakan komitmen kami untuk melayani masyarakat. Tidak hanya memfasilitasi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memastikan ketersediaan infrastrukturnya," kata Eric saat meresmikan SPKLU di Kantor PLN UP3 Surabaya Barat, Sidoarjo, Jumat (2/10/2026).
Saat ini, sekitar 327 unit SPKLU telah tersedia di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya juga terus meningkat seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik.
Hal itu terlihat dari konsumsi listrik untuk SPKLU dan layanan home charging yang hingga Agustus 2026 mencapai 5,59 juta kWh. Angka tersebut meningkat sekitar 400 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Eric menyebut rasio SPKLU terhadap populasi mobil listrik di Jawa Timur saat ini berada di kisaran 1:18. PLN menargetkan rasio tersebut secara bertahap dapat diperbaiki menjadi 1:10 hingga 1:12.
"Target kami menuju rasio 1:10 atau 1:12. Namun, ini bukan hanya komitmen PLN, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra," ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, PLN menyiapkan anggaran internal untuk pengadaan sekitar 63-64 unit mesin pengisian daya pada 2026. Sementara kebutuhan lainnya akan dipenuhi melalui kerja sama dengan mitra.
Baca juga: Gelar Apel Keandalan Pembangkit, PLN Siap Dukung Ajang MotoGP Mandalika 2026
Kemitraan yang ditawarkan mencakup sejumlah skema, mulai dari penyediaan lahan, pengadaan perangkat pengisian daya, hingga integrasi sistem pengelolaan melalui aplikasi.
Dengan pola tersebut, pengembangan SPKLU tidak hanya bertumpu pada investasi PLN, tetapi juga melibatkan pihak lain yang memiliki potensi mendukung pembangunan infrastruktur kendaraan listrik.
Dari penambahan yang dilakukan, PLN memperkirakan rasio SPKLU terhadap kendaraan listrik di Jawa Timur dapat membaik hingga sekitar 1:15 pada akhir 2026.
Selain memperbanyak titik pengisian, PLN juga menyesuaikan jenis charger berdasarkan karakteristik lokasi dan kebutuhan pengguna. Sejumlah lokasi strategis dilengkapi fasilitas ultra fast charging atau fast charging dengan arus DC, serta pengisian standar menggunakan arus AC.
Pengembangan jaringan akan diprioritaskan di wilayah dengan mobilitas kendaraan listrik tinggi, termasuk kawasan Surabaya Raya dan jalur utama antardaerah menuju Bali.
PLN juga akan menggunakan data konsumsi listrik, pola penggunaan, dan potensi permintaan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan pengembangan jaringan SPKLU pada 2027.
Dengan penataan tersebut, PLN berharap pertumbuhan infrastruktur pengisian daya dapat berjalan seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan listrik serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan kendaraan berbasis listrik di Jawa Timur.
Editor : Eka Sapto