Qualcomm Pamerkan Kemampuan AI On-Device di Snapdragon Summit 2026

Reporter : Rizky
Qualcomm pamerkan AI on-device di Snapdragon Summit 2026. Model 30B parameter berjalan lokal, AI Voice Bubble, dan eksekusi lintas aplikasi tanpa cloud.

JATIMPEDIA, Jakarta – Qualcomm mendemonstrasikan berbagai kemampuan kecerdasan buatan (AI) on-device dari chip Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam ajang Snapdragon Summit 2026 yang berlangsung di Maui, Hawaii. Demo tersebut mencakup menjalankan model bahasa besar 30 miliar parameter secara offline, fitur AI Voice Bubble untuk isolasi suara, hingga pembuatan video highlight otomatis tanpa koneksi internet.

Dalam sesi “Elite Experience” yang digelar pada 24 September 2026, Qualcomm tidak hanya memamerkan performa chip, tetapi juga menunjukkan bagaimana AI agent dapat memahami konteks pengguna dan bertindak atas nama mereka. Judd Heape, Vice President of Multimedia Product Management Qualcomm, menyebut sesi ini sebagai ajang untuk memperlihatkan pengalaman yang menggunakan agentic AI dan teknologi Snapdragon dengan cara-cara baru .

Baca juga: RedMagic 12 Pro+ Resmi Meluncur 15 Oktober 2026, Bawa Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Pendingin Aktif

Salah satu demonstrasi yang paling menarik perhatian adalah kemampuan menjalankan model Mixture-of-Experts (MoE) berparameter 30 miliar langsung di perangkat. Qualcomm bekerja sama dengan StepFun, Wulianhuo, dan Longsys untuk mengoptimalkan model StepEdge-Omni 30B-MoE pada platform Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Hasilnya, kebutuhan memori untuk menjalankan model tersebut dapat ditekan hingga lebih dari 50 persen dibandingkan solusi konvensional .

Dari Email hingga Video Editing, Semua di Perangkat

Dalam demonstrasi yang ditampilkan, AI agent mampu melakukan serangkaian tugas perkantoran secara mandiri. Mulai dari memahami email, merencanakan perjalanan, menyinkronkan kalender, merekomendasikan penerbangan dan hotel, hingga menyusun draf email balasan semuanya diproses secara lokal tanpa panggilan ke cloud .

Pada sesi lain, Qualcomm memperlihatkan bagaimana AI dapat membantu pekerjaan kreatif. Sebuah perangkat referensi menjalankan model bahasa lokal di NPU untuk menganalisis ratusan klip video, mengenali konten seperti makanan, peralatan, atau aktivitas, dan secara otomatis mengelompokkannya. Pengguna kemudian dapat mencari klip berdasarkan kata kunci seperti “signage” atau gerakan dinamis, dan AI akan menyusunnya menjadi timeline yang siap diimpor ke DaVinci Resolve semuanya tanpa perlu mengunggah video ke cloud .

AI Voice Bubble dan Sensing Hub Generasi Baru

Qualcomm juga memperkenalkan AI Voice Bubble, fitur yang dapat mengisolasi suara pengguna dari kebisingan sekitar berdasarkan konteks. Fitur ini bekerja baik untuk panggilan telepon, game, maupun konferensi video, dengan meredam suara-suara di luar jangkauan yang diinginkan .

Kemampuan ini didukung oleh Sensing Hub generasi baru yang mengusung arsitektur dual micro-NPU. Performanya meningkat 85 persen dengan konsumsi daya 20 persen lebih rendah. Sensing Hub ini menjalankan fitur bernama Personal Scribe, yang secara terus-menerus memproses input dari mikrofon, sensor gerak, dan sinyal perangkat lain untuk membangun personal knowledge graph pengguna. Semua data ini tersimpan di perangkat dan dapat digunakan oleh AI agent untuk memberikan respons yang lebih personal .

Performa NPU dan Dukungan Model Besar

Hexagon NPU yang didesain ulang menjadi tulang punggung kemampuan AI on-device ini. NPU tersebut dilengkapi Element Accelerator yang dioptimalkan untuk beban kerja Transformer, mendukung context window hingga 32.000 token, dan memiliki memori bersama yang 50 persen lebih besar. Qualcomm mengklaim NPU ini mampu menjalankan model MoE 30 miliar parameter langsung dari penyimpanan flash .

Untuk model yang lebih kecil, Sensing Hub juga dapat menjalankan model AI hingga 200 juta parameter secara lokal, memungkinkan fitur seperti pencatatan pribadi dan pembedaan pembicara tanpa memerlukan koneksi ke server .

Eksekusi Lintas Aplikasi

Salah satu demo yang paling menunjukkan potensi agentic AI adalah kemampuan AI untuk mengoperasikan aplikasi pihak ketiga. Dalam demonstrasi yang ditampilkan, AI agent menerima perintah suara untuk menemukan nama restoran yang disebutkan dalam percakapan pagi hari, lalu secara otomatis membuka aplikasi pesan dan mengirimkan informasi tersebut ke grup chat. AI juga mampu mencari produk di e-commerce dan menyelesaikan pembelian setelah konfirmasi pengguna .

Vinesh Sukumar, Vice President Product Management Qualcomm, menegaskan bahwa kemampuan saja tidak cukup untuk personalisasi. “Personalisasi membutuhkan konteks,” ujarnya, menjelaskan mengapa Qualcomm mengembangkan digital twin dan personal knowledge graph berbasis perangkat .

 

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru