Urai Kepadatan Pelabuhan Ketapang, ASDP Optimalkan Armada Kapal Penyeberangan

Reporter : Satriyo
Polisi mengatur kendaraan yang akan masuk Pelabuhan Ketapang

JATIMPEDIA, Banyuwangi  - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan operasional pelabuhan dan armada kapal feri untuk memperkuat penanganan kepadatan kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang terpantau mencapai sekitar lima kilometer, dan ASDP Cabang Ketapang telah mengambil langkah percepatan layanan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna memperlancar arus penyeberangan serta memastikan layanan tetap berjalan aman, lancar.

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional

Dalam keterangannya di Banyuwangi, Kamis, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat kepadatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

"Kami memahami tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah, sekaligus ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kepadatan di Pelabuhan Ketapang, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kondisi yang terjadi," tuturnya.

Menurut Heru, ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja keras mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat normalisasi layanan dan memastikan arus penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan optimal.

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, lanjutnya, ASDP mengoptimalkan operasional seluruh fasilitas pelabuhan dan armada yang tersedia.

Ia memaparkan operasional di Dermaga Moveable Bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 30 armada kapal feri, sedangkan layanan di Dermaga Bulusan (Ketapang) tetap berjalan normal dengan dukungan tambahan KMP Portlink VII guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Meluncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi

Selain itu, kata Heru, ASDP juga mengoperasikan satu unit kapal feri di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) dengan skema riba-bongkar-berangkat untuk mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang.

"KMP Prathita dioperasikan pada dermaga ponton untuk membantu mengurai antrean kendaraan roda dua yang mengalami peningkatan selama masa libur sekolah," katanya.

Informasi yang dihimpun, kepadatan kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai terjadi sejak Minggu (21/6) yang dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor, selain meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah, operasional penyeberangan juga menghadapi tantangan kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang memerlukan peningkatan kewaspadaan.

Peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama pada malam hari, mengharuskan dilakukan penyesuaian proses bongkar muat kapal untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap terjaga.

Baca juga: Hari Ini ASDP Terapkan Sterilisasi di Enam Pelabuhan Utama

Sementara volume kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan signifikan, data ASDP Cabang Ketapang menyebutkan pada Minggu (21/6) jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit atau meningkat 23 persen dibandingkan realisasi hari sebelumnya sebanyak 7.769 unit.

Lonjakan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang meningkat 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit.

Kondisi ini juga dipengaruhi adanya gangguan operasional pada dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP yang menyebabkan sebagian layanan kendaraan angkutan barang dialihkan ke kapal feri reguler.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru