JATIMPEDIA, Jakarta - Bank Indonesia (BI) hari ini melakukan soft lauching implementasi QRIS antar negara dengan Tiongkok. Dengan demikian, sudah ada enam negara yang terkoneksi dengan QRIS selain Tiongkok ada Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Korea Selatan.
“Jadi, setiap kali kita pergi ke Tiongkok atau warga Tiongkok datang ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai. Gunakan saja telepon genggam, dan voila … kita bisa membeli apa pun,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Grha Bhasvara Icchan, Kantor Pusat BI di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Baca juga: Hingga September 2026 Cadev Indonesia Capai 146,3 Miliar Dolar AS
Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong. “Saya menyampaikan ucapan selamat dari Beijing kepada Gubernur Perry atas capaian yang luar biasa ini,” ucapnya.
Lutong mengatakan, dunia saat ini berubah dengan cepat dan sektor perbankan sedang mengalami transisi. “Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, digitalisasi dan kecerdasan buatan, serta meningkatkan kapasitas investasi pada skill teknologi,” ujarnya.
Peluncuran resmi QRIS rencananya akan dilakukan di Beijing bulan Juni mendatang. Namun sejak hari ini, sistem pembayaran dengan QR Code ini sudah bisa digunakan masyarakat kedua negara.
Baca juga: Hingga Agustus 2026 Jumlah Uang Beredar Tembus Rp 10.448,1 Triliun
Karena masih soft launching, platform yang dapat digunakan untuk pembayaran dengan QRIS baru Alipay dan UnionPay. Setelah peluncuran resmi nanti, diharapkan akan lebih banyak lagi platform yang dapat digunakan.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, di Indonesia ada 24 penyelenggaran berpartisipasi dalam pemanfataan QRIS antara negara ini. Terdiri dari 16 bank dan delapan lembaga selain bank.
Baca juga: BI : Penggunaan QRIS Antar Negara Capai 17,8 Juta Transaksi Senilai Rpn6,2 Triliun
Sedangkan di Tiongkok, ada 19 penyelenggara yang berpartisipasi dalam penggunaan QRIS antara Indonesia dan Tiongkok. Sebelum soft launching, BI sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS antar negara dengan Tiongkok.
“Dalam uji coba tersebut antusias masyarakat sangat tinggi, volume transaksinya mencapai 1,64 juta transaksi. Nilai nominalnya mencapai Rp556 miliar,” kata Filianingsih.
Editor : Rizky