Gandeng PWNU Jatim, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal

Reporter : Eka Sapto
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz bersama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Alif Noeriyanto Rahman

JATIMPEDIA, Surabaya- BPJS Ketenagakerjaan menggandeng PWNU Jawa Timur memperluas perlindungan pekerja informal melalui kolaborasi strategis. Sinergi ini menyasar ekosistem kerja NU guna meningkatkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut merupakan implementasi pilar Care Coverage Credibility dalam memperkuat layanan perlindungan pekerja. Fokus utama diarahkan kepada pekerja sektor informal yang belum mendapatkan perlindungan optimal dari negara.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Daftarkan 42 Ribu Pekerja Rentan dalam Kepesertaan BPJS Kesehatan

Komitmen ini disampaikan dalam forum silaturahim di Kantor PWNU Jawa Timur. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran BPJS Ketenagakerjaan serta pimpinan PWNU Jawa Timur membahas rencana kerja sama.

Dalam pertemuan dibahas rencana kerja sama penyediaan fasilitas kesehatan dan perlindungan jaminan sosial. Program tersebut menyasar pengurus serta unit usaha di bawah naungan organisasi Nahdlatul Ulama.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Alif Noeriyanto Rahman menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis komunitas untuk perlindungan pekerja. “Dari 61 juta anggota NU sekitar 80 persen merupakan pekerja informal,” ujarnya.

Baca juga: BPJS Naker Madiun Targetkan 500 Ribu Peserta Baru Tahun Ini

Ia menambahkan kondisi tersebut menjadi dasar mendorong perlindungan lebih luas melalui kolaborasi strategis bersama NU. “Harapannya kolaborasi ini menjadi embrio kerja sama berskala nasional bagi perlindungan pekerja,” tambahnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz menyambut baik inisiatif kolaborasi perlindungan pekerja. “NU adalah rumah besar bagi semua profesi sehingga perlindungan pekerja menjadi sangat penting,” ujarnya.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Ihsanudin menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas efektif. Ia menyebut jaringan NU Jawa Timur sebagai pintu masuk strategis mempercepat perluasan kepesertaan nasional.

Baca juga: PT BKMS Daftarkan 250 Nelayan Sekitar JIIPE Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ia juga mengaitkan perlindungan sosial dengan prinsip maqashid syariah dalam menjaga kesejahteraan pekerja. “Ketika risiko terjadi negara hadir memberikan santunan hingga beasiswa melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo menyatakan kesiapan mendukung implementasi kerja sama ini. “Kami berkomitmen memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh,” tegasnya.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru