JATIMPEDIA, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan jumlah kapal feri beroperasi dari 28 hingga 32 armada kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) untuk memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan pada angkutan Lebaran 2026 mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan.
Baca juga: Layanan ASDP Digital Dorong Pertumbuhan Pelanggan Jadi 4 Juta Pengguna
"Khusus lintasan Jawa-Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya, dan secara nasional diperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan," katanya dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Jumat.
Sementara arus mudik, lanjut Heru, dari Pulau Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen kendaraan.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik Lebaran tahun ini, katanya, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: Bupati Ipuk Pastikan Kontrak PPPK Pemkab Banyuwangi Tetap Berlanjut
Heru Widodo menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama, dan berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Heru.
Ia menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.
Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional
Pada periode Maret hingga April, kata Heru, diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai dengan Nusa Tenggara Timur.
"Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat," katanya.
Editor : Eka Sapto