JATIMPEDIA, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, menargetkan penurunan angka kemiskinan di kabupaten setempat dalam kurun waktu lima tahun.
Bupati Jember Muhammad Fawait mendampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule dalam Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (Sitaskin) di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.
Baca juga: BPBD Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar yang diberikan terhadap isu kemiskinan di Jember," kata Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Menurutnya, masalah kemiskinan itu tidak bisa diselesaikan sendirian, sehingga harus ada sinergi dan kolaborasi.
"Hari ini adalah awal mula kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah Jember dan pemerintah pusat melalui BP Taskin," katanya.
Ia memaparkan bahwa kantong kemiskinan di Jember mayoritas berada di wilayah perdesaan, khususnya di area pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir pantai.
Oleh karena itu, strategi pengentasan yang disiapkan akan menyasar sektor-sektor tersebut, seperti perbaikan infrastruktur sekolah hingga pemberdayaan ekonomi.
"Pengentasan kemiskinan itu bukan sulap yang bisa selesai dalam semalam. Namun, kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan di Jember harus turun secara drastis dibandingkan periode-periode sebelumnya," katanya.
Baca juga: JKCI 2026 Perkuat Hilirisasi Tembakau dan Promosikan Pariwisata Jember
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyejahterakan masyarakat, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan. Bantuan itu mencakup sektor kesehatan, pangan, hingga pendidikan, di antaranya penyerahan 200 paket bantuan Gemarikan, paket sembako senilai Rp250.000 disertai santunan tunai Rp100.000, serta distribusi paket sembako di lokasi Kampung Zakat.
Selain itu, aktivasi kembali program PBI JKN, Program Genting (perbaikan atap rumah), serta Program Jambanisasi untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, termasuk pemberian tablet bagi anak yatim usia sekolah (TK dan SD), serta bantuan Kacamata Pintar khusus untuk warga tunanetra.
"Kami juga meluncurkan Program Lansia Berdaya untuk memastikan warga senior tetap mendapatkan dukungan di masa tua," katanya.
Gus Fawait berharap bantuan itu menjadi pemantik semangat bagi warga Jember untuk bangkit dan bersama-sama mewujudkan Jember yang lebih sejahtera.
Baca juga: Puncak JFC 2026, Para Putri Indonesia Tampil Memukau di Hadapan Masyarakat
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule mengatakan Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah prioritas, karena angka kemiskinan ekstremnya yang masih cukup tinggi.
"Saya menekankan beberapa poin krusial dalam strategi BP Taskin, misalnya Program Berkelanjutan, yakni program pengentasan kemiskinan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus berkelanjutan guna menjaga konsistensi penurunan angka kemiskinan.
"Kuncinya adalah kolaborasi dan keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat bagi program-program kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Editor : Rofiq