JATIMPEDIA, Banyuwangi - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi ditetapkan sebagai yang terbaik, dengan indek tertinggi secara nasional. Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tahun 2025. Banyuwangi meraih nilai indeks SPBE 4,87 dari skala maksimal 5 dan masuk kategori “Memuaskan”.
Capaian ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia.
Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Diproyeksikan Ikuti Penilaian HAM Nasional
SPBE merupakan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik. Pemantauan dan evaluasi SPBE dilakukan secara nasional oleh KemenPAN-RB untuk mengukur kematangan transformasi digital instansi pemerintah.
Berdasarkan data KemenPAN-RB, lima instansi dengan indeks SPBE tertinggi secara nasional adalah KemenPAN-RB dengan nilai 4,88, Pemkab Banyuwangi 4,87, Pemprov Jawa Barat 4,80, Pemprov Jawa Timur 4,79, dan Pemkot Surabaya 4,78. Sementara itu, rata-rata indeks SPBE nasional tercatat 3,23.
Evaluasi SPBE 2025 mencakup 47 indikator yang terbagi dalam empat domain, yakni Kebijakan Internal SPBE, Tata Kelola SPBE, Manajemen SPBE, serta Layanan SPBE yang meliputi layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik berbasis elektronik.
Baca juga: BPJS Kesehatan Meluncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil evaluasi ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memaksimalkan pemanfaatan sistem elektronik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Ipuk, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Bupati Ipuk : Desa Kemiren Banyuwangi Dapat Pendampingan Khusus Kemenpar
Selain itu, Banyuwangi juga ditunjuk sebagai pilot project transformasi digital nasional, salah satunya dalam digitalisasi penyaluran Bantuan Sosial melalui aplikasi Portal Perlinsos. Program tersebut telah diuji coba sejak September 2025 dan direncanakan akan diperluas ke daerah lain di Indonesia.
Sebelumnya, Banyuwangi telah mengembangkan layanan publik digital terintegrasi Smart Kampung sejak 2016 yang menjangkau hingga tingkat desa dan menjadi salah satu fondasi penerapan SPBE di daerah tersebut.
Editor : Rofiq