JATIMPEDIA, Jakarta – Tepat satu tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar untuk menghadirkan mobil buatan dalam negeri. Proyek ambisius ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Senin (20/10/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa Indonesia kini sedang merintis produksi “jip buatan Indonesia”, yang menjadi langkah awal menuju kemandirian industri otomotif nasional. Ia menegaskan, pendanaan dan lahan untuk pembangunan pabrik sudah disiapkan, dan tim teknis tengah bekerja untuk mewujudkannya.
Baca juga: Gaikindo Pastikan Industri Otomotif Siap Menyambut Mandatori B50 Mulai Juli 2026
“Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden menargetkan mobil buatan Indonesia ini bisa resmi diproduksi dalam waktu tiga tahun ke depan, atau sekitar tahun 2028. Ia menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap perintisan, namun menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian teknologi dan kebanggaan nasional.
“Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” tegasnya.
Prabowo menambahkan, kehadiran mobil buatan Indonesia akan menjadi kebanggaan bagi pejabat dan perwira yang menggunakannya. Ia bahkan mencontohkan kebanggaannya menggunakan Maung MV3 Garuda, kendaraan buatan PT Pindad (Persero) yang kini menjadi mobil dinas kepresidenan.
Baca juga: Dua Raksasa Komponen Otomotif Angkat Kaki dari Jatim
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo berkelakar kepada para menteri agar menggunakan mobil Maung sebagai kendaraan dinas resmi.
“Sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan para menteri.
Prabowo menambahkan bahwa mobil mewah pribadi tetap boleh digunakan, namun hanya pada hari libur.
Baca juga: Rupiah Melemah, Honda dan Toyota Masih Tahan Harga Mobil
“Mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya, pada saat saya enggak panggil, bolehlah pakai mobil itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Langkah pemerintah ini dinilai sebagai sinyal kuat untuk mendorong industrialisasi nasional, khususnya di sektor otomotif dan manufaktur dalam negeri. Jika terealisasi, mobil buatan Indonesia akan menjadi simbol baru kebanggaan nasional, sekaligus tonggak sejarah menuju kemandirian industri kendaraan di Tanah Air.
Editor : Taufiq