SKK Migas Jabanusa dan KKKS Sosialisasikan Industri Hulu Migas kepada Mahasiswa Madura

Surabaya, JP – Setelah Kabupaten Gresik, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menggelar sosialisasi peran industri hulu migas terhadap ketahanan energi nasional di Politeknik Negeri Madura (Poltera).

Sosialisasi berupa kuliah umum di Poltera dilaksanakan di Bengkel Tenaga Politeknik Negeri Madura di Kabupaten Sampang, yang diikuti 150 orang mahasiswa dan 50 orang undangan.

Kali ini acara digagas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) beserta kontrak kerja sama (KKS) yakni Husky CNOOC Limited Madura Limited, Medco Energi, Kangean Energi Indonesia, Petronas carigali Ketapang II Ltd, dan Pertamina PHE WMO.

Sosialisasi kali ini dihadiri Direktur Politeknik Negeri Madura, Dr. Arman Jaya, S.T, M.T., Kepala Deprtemen Hubungan Masyarakat SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Indra Zulkarnain, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)  Kangean Energy Indonesia Hubungan Masyarakat Irfani Rizqiyah, KKKS Medco Energy Coordinator Field Land Permit Relations Offshore Nur Hidayat dan KKKS Husky-CNOOC Madura Limited Relation Specialist Ali Aliudin SIP.

Baca Juga  RUPS, Nicke Widyawati Kembali Pimpin Pertamina

Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain mengatakan, sosialisasi dalam bentuk kuliah umum ini sangat penting. Ini merupakan salah satu program kerja SKK Migas Perwakilan Jabanusa untuk memberikan sosialisasi kepada civitas akademika, dan memberikan pemahaman yang benar mengenai industri hulu migas, lanjutnya.
Indra menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kuliah umum ini adalah untuk lebih memperkenalkan kegiatan usaha hulu migas kepada civitas akedemis, khususnya bagi mahasiswa.

Hal Ini merupakan salah satu program kerja SKK Migas Perwakilan Jabanusa untuk memberikan sosialisasi kepada civitas akademika, dan memberikan pemahaman yang benar mengenai industri hulu migas, katanya.
Hal ini memang diharapkan civitas akademika di daerah yang berdekatan dengan lokasi produksi minyak dan gas bumi.

Direktur Poltera Arman Jaya dalam pidatonya menyampaikan, materi kuliah umum akan membuka wawasan civitas akademika tentang ketahanan energi nasional. Dia berharap SKK Migas atau Pertamina mengadakan kompetisi yang nanti bisa mendukung mahasiswa daerah itu agar bisa ‘go international’.

Baca Juga  Sidak Jargas di Cerme, Bupati Gresik Ajak Warganya Manfaatkan Gas Bumi Karena Murah

Sementara Eko Wagianto, Office Environment PHE WMO menjelaskan, secara geografis, cakupan wilayah Regional 4 tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua yamg terdiri dari aset lepas pantai (offshore) dan daratan (onshore). “Selain itu terdapat satu aset downstream yaitu Donggi Senora LNG,” katanya.

Penjelasan para narasumber tersebut semakin lengkap dengan penjelasan empat narasumber lainnya di Poltera. Erwin Ardianto Redy, Spesialis Hubungan Masyarakat SKK Migas Perwakilan Jabanusa, menjelaskan Pengenalan Kegiatan Hulu Migas yang berada di Indonesia dan Peranan Industri Hulu Migas di dalam Negeri beserta SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajeman Anti Penyuapan.

Eko Heri Wagianto, Officer Environment Pertamina Hulu Energi WMO, memaparkan materi tentang Kontribusi Industri Hulu Migas Terhadap Ketahanan Energi Nasional dan memperlihatkan video untuk memotivasi mahasiswa/Mahasiswi untuk bercita-cita di kegiatan hulu migas.

Nur Hidayat, Koordinator Field Land Permit Relations Offshore Medco Energi, memaparkan materi soal Medco E&P sekilas Aset Jawa Timur, Madura Offshore dan Sampang.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup, PGN Saka Tanam Mangrove di Pesisir Ujung Pangkah Gresik

Sementara Ali Aliyuddin, S.Ip Relations Specialist HCML, memberikan materi terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan di Desa Semare.

HCML menegaskan perannya dalam pemberdayaan ekonomi komunitas, partisipasi masyarakat, serta komitmen yang tinggi dari seluruh masyarakat Desa Semare, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Pemaparan para narasumber mendapat respons antusias dari peserta kuliah umum di UMG dan Poltera. Tanya jawab pun terjadi. Rata-rata civitas akademika memberikan pertanyaan kritis soal dampak industri migas ini terhadap lingkungan dan masa depan industri tersebut.

Acara ditutup dengan penyerahan cendrmata dan foto Bersama. Terakhir, civitas akademika diingatkan soal event terbesar SKK Migas yaitu Oil and Gas Convention and Exibition (IOGCE). IOGCE adalah kegiatan konvensi berskala internasional yang diselenggarakan oleh SKK Migas, yang didukung oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan para pemangku kepentingan yang rencananya akan diselenhggarakan pada bulan November 2022. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *