Pemerintahan

PHIG Bondowoso Imbau Wisatawan Tidak Merusak Ijen Geopark Saat Libur Lebaran

JATIMPEDIA, Bondowoso – Kabupaten Bondowoso bisa menjadi tujuan wisata saat libur lebaran atau Idul Fitri 1446 Hijriah. Apalagi di sini banyak situs Ijen Geopark yang kini menjadi warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG).

Ada tiga site Ijen Geopark yang bisa jadi jujukan berlibur sekaligus menambah wawasan tentang geopark. Yakni geologi, biologi dan situs budaya.

Di Kabupaten Bondowoso terdiri dari 10 geosite (situs geologi) yaitu Kawah Ijen atau Bluefire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Air Terjun Gentongan, Komplek Matar Air Panas Blawan, Lava Blawan, Dinding Kaldera Ijen Megasari, Taman Batu So’on Solor, dan Aliran Lava Plalangan.

Kemudian terdapat dua situs biologi (biosite) Hutan Pelangi Sumber Wringin dan Kopi Bondowoso. Serta lima situs budaya yaitu Singo Ulung, Struktur Gua Butha Cermee, Struktur Gua Butha Sumbercanting Kecamatan Sumberwringin, Situs Megalitik Maskuning Kulon dan Tari Petik Kopi.

Baca Juga  Pemkab Sidoarjo Salurkan Ribuan Paket Pangan Sehat

Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Kabupaten Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas menjelaskan, para wisatawan yang melakukan libur lebaran 2025 tidak merusak keberadaan situs Ijen Geopark atau fasilitas pendukung lainnya.

“Bahwa konservasi harus tetap dijaga karena warisan ini bukan untuk dujual. Namun cara menjualnya dalam kemasan yang lain yakni pariwisata yang bisa kita jaga,” jelas dia.

Ijen Geopark adalah kawasan tunggal atau gabungan yang memiliki situs warisan geologi yang bernilai internasional.

“Di dalamnya ada keanekaragaman biologi, geologi dan juga culture,” katanya.

Dia juga memaparkan, ada tiga pilar pengembangannya yakni konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sekitar di wilayah Ijen.

Baca Juga  Surabaya-Australia Tingkatkan Kerja Sama Wisata dan Pendidikan

Ijen Geopark tidak sama seperti tempat lainnya. Namun Ijen Geopark berasal dari Ijen Purba yang meletus di masanya sekitar 700 ribu tahun lalu, yang akhirnya membentuk Kaldera Ijen Purba.

“Kaldera Ijen Purba ini hanya ada di Kabupaten Bondowoso. Gunung Ijen yang saat ini terkenal adalah hasil letusan Gunung Ijen Purba,” jelas dia.

Menurutnya, letusan Gunung Ijen Purba juga menghasilkan 22 anak gunung. Gunung Tertua adalah Gunung Blau yang terkenal dengan kopi blue mountainnya.

“Sebenarnya ini adalah dari Blau, dan gunung termudanya adalah gunung Ijen sekarang dikenal Kawah Ijen,” jelas dia.

Tantri juga mengungkapkan, pihaknya juga melibatkan dunia pendidikan untuk mengedukasi para pelajar tentang keberadaan Ijen Geopark.

Baca Juga  Pemkot Batu Pastikan Layanan Kesehatan Buka Saat Libur Lebaran

“Kemudian dari sisi ekonominya kita melibatkan masyarakat sekitar. Akhirnya Ijen Geopark bukan hanya milik pemerintah saja tapi akhirnya milik bersama. Karena ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” tegas dia. (sat)