JATIMPEDIA, Kudus – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melalui Pabrik Gula (PG) Rendeng terus mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui program tanam bongkar ratoon di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Program ini menjadi bagian dari upaya peremajaan tanaman tebu untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat keberlanjutan produksi gula nasional.
Program ini merupakan bagian dari upaya SGN dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan budidaya tebu.
Tanam bongkar ratoon merupakan metode peremajaan tanaman tebu dengan mengganti tanaman yang produktivitasnya menurun setelah beberapa kali panen atau keprasan. Melalui program ini, tanaman tebu diharapkan dapat tumbuh lebih optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen petani.
Kegiatan tanam perdana tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi. Kehadiran kedua pimpinan tersebut mencerminkan sinergi pemerintah dan perusahaan dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui perbaikan budidaya di tingkat lapangan.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tanaman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat produksi gula nasional. Menurutnya, peremajaan tanaman melalui bongkar ratoon perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, perusahaan, dan petani.
“Peningkatan produktivitas harus dimulai dari tanaman yang sehat dan pengelolaan budidaya yang baik. Bongkar ratoon menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tanaman dan meningkatkan hasil. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani perlu terus diperkuat agar produktivitas tebu dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Heru.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menyampaikan bahwa SGN terus memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu melalui perbaikan budidaya dan pengembangan kemitraan dengan petani.
“Bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam upaya SGN meningkatkan produktivitas tebu. Kami ingin memastikan peremajaan tanaman dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap hasil produksi. Pada saat yang sama, kemitraan dengan petani terus kami perkuat karena peningkatan produktivitas tebu merupakan kerja bersama,” kata Mahmudi.
Sebagai salah satu unit kerja SGN, PG Rendeng memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan budidaya tebu di wilayah Kudus dan sekitarnya. Melalui program bongkar ratoon, PG Rendeng mendorong peremajaan tanaman untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan tebu sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri gula.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan industri gula dari sisi hulu. Perbaikan produktivitas lahan, peremajaan tanaman, dan penguatan kemitraan dengan petani merupakan langkah yang saling mendukung dalam membangun sistem produksi tebu yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi dengan pemerintah dan petani, SGN terus mendorong pengembangan budidaya tebu yang produktif sebagai fondasi penguatan industri gula nasional. Upaya yang dilakukan di wilayah kerja PG Rendeng ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi gula sekaligus mendukung pencapaian swasembada gula nasional.
Editor : Rizky