JATIMPEDIA, Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan mobil listrik terbarunya, Hyundai Neira, akan segera meluncur di pasar otomotif nasional. Kendaraan listrik dengan konfigurasi tujuh penumpang tersebut kini memasuki tahap persiapan akhir dan diproyeksikan mengisi segmen kendaraan listrik keluarga yang selama ini masih jarang tersentuh.
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyatakan bahwa proses pengembangan dan persiapan peluncuran Neira berjalan dengan baik. Hyundai juga masih memanfaatkan sejumlah agenda di Jakarta dan beberapa kota besar sebagai bagian dari rangkaian menuju peluncuran mobil listrik tersebut.
"Progresnya bagus," ujar Frans saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, sejumlah agenda Hyundai yang masih berlangsung di Jakarta dan beberapa kota besar akan menjadi bagian dari rangkaian menuju pengenalan Neira. Fransiscus tidak memastikan nama pameran yang akan dimanfaatkan, namun diketahui pada November mendatang Gaikindo akan menggelar pameran Gaikindo Auto Week pada 20-29 November 2026.
Mengusung Konfigurasi 7-Seater untuk Keluarga Indonesia
Hyundai Neira diproyeksikan mengisi kendaraan listrik keluarga berkapasitas daya tampung besar. Fransiscus menilai konsep ini sangat relevan dengan kebutuhan maupun karakteristik pengguna di Indonesia.
"Yang jelas, Neira itu seperti yang teman-teman tahu kan 7-seater EV. Nah, 7-seater EV ini kan merupakan ciri khas dari masyarakat Indonesia," ujar Fransiscus.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan dengan konfigurasi tujuh penumpang memang menjadi kegemaran masyarakat atau keluarga di Indonesia. Konfigurasi tersebut dinilai sesuai dengan karakter mobilitas masyarakat yang kerap melakukan aktivitas secara berkelompok, mulai dari perjalanan keluarga, mudik, hingga kegiatan seperti arisan.
Dari sisi segmentasi, Neira disebut akan masuk ke kelas B. Namun, Hyundai belum memastikan apakah kendaraan listrik tersebut nantinya dikategorikan sebagai MPV atau SUV.
Prototipe Sudah Diperkenalkan di GIIAS 2026
Model prototipe Neira sudah dikenalkan Hyundai di Indonesia pada Agustus lalu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Saat itu, Hyundai memamerkan Neira Prototype sebagai perkenalan publik, dan memastikan kendaraan tersebut masuk dalam rencana produksi lokal di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).
President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, mengatakan Neira menjadi representasi upaya Hyundai menghadirkan kendaraan listrik yang lebih sesuai dengan karakter pasar domestik, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kabin luas untuk penggunaan keluarga.
Diproduksi Lokal, Siap Penuhi TKDN 60 Persen
Hyundai memastikan Neira akan diproduksi secara lokal di pabrik HMMI, Cikarang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat basis manufaktur kendaraan listrik di Indonesia sekaligus meningkatkan kandungan lokal produk yang dipasarkan.
Terkait kesiapan menghadapi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang mulai berlaku pada 2027, Fransiscus menyatakan Hyundai tidak menghadapi kendala berarti. Perusahaan memiliki rantai pasok yang terintegrasi di dalam negeri, mulai dari fasilitas manufaktur perakitan, jaringan dealer, hingga produksi komponen baterai listrik.
"Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan, karena kelengkapan itu, maka TKDN yang 60 persen itu sebenarnya tidak menjadi masalah buat Hyundai," ucap Fransiscus.
Hyundai telah menanamkan investasi sekitar Rp50 triliun atau setara 3 miliar dolar AS untuk mendukung kegiatan industrinya di Indonesia, mencakup fasilitas produksi dengan kapasitas hingga 150.000 unit.
Editor : Taufiq