JATIMPEDIA, Ponorogo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri peringatan 100 tahun atau satu abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9).
Memasuki usia satu abad, Gubernur Khofifah berharap perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor terus bertumbuh dannsaat ini telah memasuki usia 100 tahun.
Lebih dari itu, Gontor diharapkan terus menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan pendidikan Islam, pendidikan karakter, serta menyemai metode pendidikan modern yang relevan dengan kebutuhan zaman di Indonesia.
“Seratus tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pendidikan mampu bertahan, berkembang, beradaptasi, sekaligus terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan Gontor memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kontribusi para alumninya di tengah masyarakat.
Gubernur Khofifah memandang, bahwa Gontor tumbuh dari sebuah gagasan pendidikan yang awalnya sederhana, tetapi memiliki visi jauh ke depan.
Para pendirinya memandang bahwa pendidikan Islam tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan agama.
Pendidikan juga harus membentuk kemampuan intelektual, keterampilan, karakter, kemandirian, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Sistem tersebut memadukan pendidikan agama dan pengetahuan umum dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan penguasaan bahasa, kedisiplinan, kemandirian, serta pembentukan kepribadian.
Penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam proses pembelajaran juga menjadi bagian penting dari pendekatan pendidikan Gontor.
Gubernur Khofifah menilai, penguasaan bahasa tidak sekadar ditempatkan sebagai kemampuan akademik, tetapi menjadi instrumen untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi, dan membuka akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
“Di sinilah salah satu pelajaran penting dari perjalanan Gontor. Kemajuan pendidikan tidak selalu berarti meninggalkan tradisi. Justru tradisi dapat menjadi fondasi untuk melakukan pembaruan. Nilai-nilai yang kuat dapat berjalan beriringan dengan metode pendidikan yang terus berkembang,” tuturnya.
Ia menambahkan, model pendidikan yang dikembangkan Gontor memadukan pentingnya keseimbangan antara iman, ilmu, amal, karakter, dan kecakapan menghadapi perubahan.
Menurut Khofifah, pendekatan tersebut semakin relevan di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat.
Perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga tantangan sosial generasi muda membutuhkan sistem pendidikan yang tidak hanya mampu mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun daya adaptasi dan ketahanan karakter.
“Ke depan, pendidikan membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri. Karena itu, pengalaman panjang Gontor dalam mengembangkan pendidikan modern berbasis nilai-nilai kepesantrenan menjadi bagian penting yang dapat terus dipelajari,” katanya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem pendidikan pesantren yang sangat kuat.
Pesantren telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, sekaligus pembentukan karakter masyarakat Jawa Timur.
Karena itu, menurutnya, pengalaman lembaga pendidikan seperti Gontor dapat menjadi inspirasi bagi penguatan ekosistem pendidikan di Jawa Timur, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki kompetensi global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan budaya.
“Semoga satu abad Gontor menjadi momentum untuk membuka seratus tahun berikutnya dengan energi yang lebih besar. Semoga Gontor terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, memiliki kepemimpinan, dan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” harapnya.
Presiden Prabowo menyampaikan selamat dan sukses atas 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah banyak melahirkan banyak tokoh sukses dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan modern.
Presiden Prabowo mengapresiasi semangat Panca Jiwa yang terkandung lima inspirasi yakni Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah dan Kebebasan.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga memuji Moto dari Pondok Modern Darussalam Gontor yakni Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas dan Berjiwa Besar.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya, khususnya di tengah para ulama dan pendidik di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Menurut Presiden Prabowo, kehormatan tersebut harus menjadi pemicu untuk membangun tekad yang kuat dalam belajar dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia.
Presiden Prabowo menekankan bahwa bangsa yang kuat merupakan bangsa yang mampu menjaga kehormatan dan kedaulatannya.
“Saya kira ini harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat. Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga mengajak generasi penerus untuk belajar dari sejarah. Menurutnya, membangun masa depan bangsa tidak dapat dilepaskan dari keberanian untuk memahami perjalanan sejarah secara jujur.
“Kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur, bukan kepada orang lain. Kita harus jujur kepada diri kita sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Presiden Prabowo berharap para pendidik, ustaz, dan ulama dapat terus membangun keberanian di kalangan generasi penerus untuk belajar dari berbagai kelemahan dan kekurangan bangsa.
“Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal mengatakan, bahwa Gontor dahulu dikenal sebagai Gon Kotor. Namun seiring berjalannya dan memasuki 100 tahun usianya Pondok Modern Gontor telah menjadi Gon Inspirator yang artinya menjadi inspirator bagi semua element bangsa.
Pada usia 100 tahun lanjut KH Hasan, Gontor telah merasakan semua situasi dan kondisi yang sakit, pahit maupun enak. Maka, usia 100 tahun bukanlah sebuah peringatan ataupun perayaan melainkan bentuk syukur pada nikmat Allah.
"Allhamdulillah Gontor saat ini menjadi sumber Inspirator dan kebanggaan bagi seluruh Alumni dan Santri," ungkapnya.
100 tahun Gontor juga ditandai dengan penyerahan Buku 'Gontor untuk Indonesia' serta Mushaf Al Qur'an cetakan Gontor.
Selain itu, momentum 1 Abad Gontor juga di tandai dengan Peresmian Fakultas Kedokteran Unida Gontor Sebagai Legacy 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang di tandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Rofiq