JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pertamina kembali menggelar kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita dijelaskan PGTC menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan industri energi dengan mahasiswa dan sivitas akademika.
Ia mengatakan PGTC 2026 merupakan rangkaian nasional yang telah dimulai melalui kick off di ITB Bandung pada 21 Mei 2026 dan dilanjutkan di sejumlah perguruan tinggi bersama berbagai anak usaha Pertamina. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting di tengah kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
"Energi Indonesia bukan sekadar komoditas, tetapi penggerak kehidupan, aktivitas ekonomi dan tentunya juga untuk mendukung pembangunan di Indonesia," kata Arya saat mewakili Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Karena itu, Pertamina terus memastikan ketersediaan energi sekaligus melakukan transformasi agar mampu menjawab kebutuhan energi Indonesia saat ini dan masa depan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, Pertamina menjalankan dua strategi secara bersamaan, yakni memperkuat bisnis eksisting minyak dan gas bumi sekaligus mengembangkan energi baru terbarukan sebagai bagian dari bisnis hijaunya. Ia menyebut transformasi dan inovasi menjadi bagian penting dari langkah tersebut, termasuk dengan membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi.
"Pertamina memiliki pengalaman dari perspektif industri, sementara kampus memiliki pengetahuan dari sisi riset, gagasan dan perspektif akademik. Pertemuan keduanya inilah yang nantinya insyaallah akan membuat Indonesia menjadi lebih kuat dan membantu menjaga ketahanan energi Indonesia," tuturnya.
Arya berharap kehadiran Pertamina di PGTC ITS tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional. Selain riset dan pengembangan teknologi, mahasiswa juga didorong mengenal peluang kewirausahaan melalui berbagai program Pertamina untuk generasi muda dan UMKM.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Didik Bahagia, mengatakan Pertamina Goes to Campus (PGTC) bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan perusahaan kepada mahasiswa, tetapi menjadi ruang dialog antara industri dan generasi muda untuk membahas tantangan energi Indonesia.
Menurutnya, Pertamina saat ini terus memperkuat integrasi bisnis energi, termasuk pengadaan minyak mentah, pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga pemasaran produk energi. Integrasi tersebut membuat rantai pasok energi dapat berjalan lebih efisien sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi.
"Penggabungan ini bukan sekadar penyederhanaan struktur organisasi, melainkan langkah strategis agar rantai pasok bisnis energi, mulai dari pengolahan, distribusi hingga sampai ke tangan masyarakat, dapat berjalan lebih efisien dan terintegrasi," ujarnya.
Menurut Didik, industri migas saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan energi, industri juga dituntut meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi dan beradaptasi dengan arah transisi energi yang lebih berkelanjutan. Posisi Pertamina menjadi strategis karena perusahaan memiliki peran besar dalam rantai pasok energi nasional, termasuk sektor pengolahan dan distribusi. "Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar untuk memastikan energi terkelola dengan aman, terjangkau dan berkelanjutan. Tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendiri, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, perguruan tinggi dan tentunya para generasi muda," katanya.
Karena itu, PGTC menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan gagasan dan inovasi dari lingkungan kampus. Didik menilai mahasiswa tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai calon talenta Pertamina di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang dapat memberikan kontribusi sejak sekarang. Inovasi teknologi dan sumber daya manusia menjadi semakin penting di tengah perubahan industri energi.
"Solusi terbaik untuk tantangan energi masa depan tidak hanya lahir dari ruang rapat perusahaan, tetapi juga di ruang kelas dan laboratorium seperti di kampus-kampus," tegasnya.
Didik mengapresiasi ITS yang telah menjadi mitra strategis Pertamina dalam mempertemukan perspektif akademik, kebutuhan industri dan potensi generasi muda. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan PGTC, tetapi berlanjut dalam pengembangan inovasi, teknologi, riset dan sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan industri energi ke depan.
"Kami ingin mengajak adik-adik semua untuk tidak berhenti pada gagasan atau ide saja, tetapi berani mengambil langkah nyata untuk menciptakan dampak nyata bagi sektor energi di negara kita," ujarnya. Menurutnya, kolaborasi antara Pertamina dan ITS diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, mengatakan, pemilihan ITS sebagai lokasi karena ITS merupakan salah satu kampus yang memberikan dan menghasilkan kontribusi, tidak saja dari sisi teknologi yang digunakan oleh Pertamina secara umum maupun Pertamina Patra Niaga secara khusus. ITS juga menjadi salah satu penghasil sarjana atau lulusan yang banyak kemudian bergabung dengan Pertamina, khususnya Pertamina Patra Niaga.
"Dan acara kali ini cukup spesial karena kami bisa menghadirkan empat direktur Pertamina Patra Niaga yang keempat-empatnya merupakan alumni ITS. Harapannya, Pertamina Goes to Campus di ITS ini pertama-tama dapat memberikan pemahaman, informasi, dan pengetahuan, terutama kepada mahasiswa, supaya mereka bisa lebih dini mempersiapkan diri dari sisi akademis maupun pengalaman organisasi. Dengan begitu, mereka bisa menjadi talent unggulan yang memang dibutuhkan oleh Pertamina Patra Niaga maupun Pertamina secara keseluruhan, " tukasnya.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Bambang Pramujati, menyambut baik pelaksanaan PGTC 2026 di kampus ITS. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina atas kepercayaan menjadikan ITS sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan yang bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri, khususnya sektor energi. "Saya menyampaikan terima kasih kepada Pertamina dan selamat datang di kampus kami. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan Pertamina Goes to Campus di ITS," ujarnya.
Menurut Prof. Bambang, PGTC menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Pertamina, mulai dari industri, inovasi, hingga peluang pengembangan karier. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tema PGTC 2026, yakni Igniting the Future: Ideas and Action to Drive Impact, yang mendorong generasi muda tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu mewujudkannya menjadi aksi nyata. "Perubahan itu selalu dimulai dari gagasan. Tetapi gagasan yang bagus jangan berhenti di konsep, melainkan harus diwujudkan menjadi karya nyata yang bisa menghasilkan manfaat bagi kita semua," katanya.
Prof. Bambang menilai peran Pertamina sangat strategis karena sektor energi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Di sisi lain, tantangan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi membutuhkan kolaborasi antara industri, pemerintah dan perguruan tinggi. Karena itu, ia mendorong mahasiswa memanfaatkan PGTC untuk memahami kebutuhan industri sekaligus membuka peluang magang. "Dengan magang, mahasiswa akan tahu lebih cepat relevansi apa yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan industri. Sehingga ketika lulus, mereka sudah tahu apa yang harus disiapkan untuk masuk ke industri tersebut," jelasnya.
Ia berharap PGTC tidak hanya menjadi ajang pengenalan Pertamina, tetapi juga mendorong mahasiswa ITS untuk berani berinovasi dan mengembangkan potensi kewirausahaan. Berbagai kegiatan seperti industry insight, diskusi bersama alumni, innovation booth, serta pameran UMKM binaan Pertamina dinilai dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
"Kami berharap kerja sama ITS dan Pertamina semakin kuat. Dari sisi ilmu, mahasiswa, maupun berbagai kegiatan lainnya, kita bisa berperan bersama untuk membangun negeri dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia," pungkas Prof. Bambang.
Editor : Eka Sapto
URL : https://jatimpedia.id/news-18521-pertamina-goes-to-campus-buka-kolaborasi-dan-ruang-dialog