Kredit Mikro Bank Mandiri Tumbuh 15,7 Persen

JATIMPEDIA, Jakarta  - Pada paruh pertama tahun ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyalurkan kredit usaha mikro sebesar Rp31,3 triliun, meningkat 15,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kredit mikro industri perbankan yang hanya naik 1,5% (yoy) per Juni 2026.

Sementara itu, bank berlogo pita emas ini juga menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp72,6 triliun per akhir Juni 2026, naik 3,75% (yoy). Perseroan turut memberikan akses pembiayaan yang inklusif dan berkualitas secara merata bagi pelaku UMKM.

"Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan.

Pertumbuhan kredit, termasuk pada segmen UMKM dan komersial, merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas usaha nasabah.

Komitmen ini turut diwujudkan melalui pemberian suku bunga kredit yang relatif ringan dan kompetitif. Hal tersebut tercermin dari penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri yang tercatat sebesar 4,37% per Juni 2026, dibandingkan 4,63% pada Juni 2025.

Pada kuartal ini, perseroan memperoleh social loan yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), bagian dari World Bank Group, senilai US$750 juta. Ini menjadi transaksi MIGA pertama dengan lembaga keuangan di Asean, yang dananya diarahkan untuk mendukung pembiayaan UMKM, salah satunya melalui KUR, sekaligus memperkuat inklusi keuangan bagi UMKM yang dikelola perempuan.

Dari sisi kualitasnya, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kredit UKM Bank Mandiri secara bank only berada di level 1,18% pada posisi Juni 2026, meningkat 21 basis poin (bps) dari Juni 2025 yang berada di level 0,95%. Sementara itu, NPL kredit mikro dan payroll tercatat sebesar 3,18%, meningkat dari tahun sebelumnya 2,6%.

Berita Terbaru